LAMPUNG UTARA-Di Dusun 03 RT 05 Lubuk Lasak, Desa Pekurun. Personel Koramil 412-07/ABB bersama anggota Brigif dan masyarakat setempat bahu- membahu melaksanakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda, sebuah akses mobilitas yang membentang di atas Sungai Way Arum, Kec. Abung Pekurun Kab. Lampung Utara, Jumat (08/05/2026) pagi.
Percepatan pembangunan infrastruktur jembatan Garuda yang sangat dinantikan warga berkat Inovasi “Trolli Gantung” ala TNI dan Warga setempat dalam Pengerjaan
progres hari ini, tim gabungan fokus pada penggeseran material menuju titik seberang sungai (tepi jauh).
Sistem tarik ulur manual sebuah teknik kreatif hasil kolaborasi TNI dan warga untuk menyiasati medan sungai yang sulit diseberangi.
Selain distribusi material, petugas di lapangan juga melakukan, Pemasangan Bekisting Abutmen, (Pengemalan pondasi tiang pancang), Pengerjaan struktur cakar ayam sebagai penguat pondasi jembatan.
Fungsi utama Bekisting Abutmen
membentuk struktur, memberikan bentuk presisi pada kepala jembatan yang akan menjadi tumpuan utama gelagar jembatan.
Menahan beban, harus mampu menahan tekanan hidrostatik dari beton basah dan beban pekerja selama proses pengecoran.
Menjaga posisi tulangan, memastikan besi tulangan (rebar) tetap berada pada posisinya sehingga selimut beton terbentuk dengan sempurna untuk mencegah korosi di masa depan, “ujar Bati Tuud Serka Rusdan Amirul “.
Lanjutnya, Jembatan gantung perintis garuda ini dirancang untuk mengatasi tantangan geografis Sungai Way Arum yang memiliki fluktuasi debit air cukup ekstrim, dari kedalaman 1 meter saat kering hingga mencapai 6 meter saat hujan deras, “ungkapnya “.
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan urat nadi bagi warga Desa Pekurun dan Desa Aji Kagungan. Selama ini, jembatan ini merupakan “Alternatif dan Akses Utama” bagi mobilitas masyarakat untuk mengangkut hasil bumi dan akses menuju sarana pendidikan.
Selain itu, jembatan ini menjadi jalur terdekat bagi aparatur desa, khususnya yang bertempat tinggal di Dusun Ngantong, dalam menjalankan pelayanan publik.
Dengan adanya pembangunan permanen ini, diharapkan mobilitas warga tidak lagi terhambat oleh cuaca atau kondisi sungai, sehingga roda ekonomi dan pendidikan di Lampung Utara dapat berputar lebih cepat, “Pungkasnya “. #(Pendim 0412/LU).




