Lampung Utara jejaring09.com – Dampak El Nino kini mulai dirasakan oleh masyarakat kabupaten Lampung Utara. El Nino adalah sebuah fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya.
Salah satu yang diakibatkan El Nino ini adalah terjadinya kenaikan suhu dan penurunan curah hujan sehingga menyebabkan air sumur warga Lampung Utara mulai mengalami kekeringan.
Kendati demikian, kondisi lahan pertanian di kabupaten Lampung Utara masih terbilang cukup aman. Kepala dinas Pertanian Lampung Utara, Tomy Suciadi mengaku jika kondisi saat ini untuk lahan pertanian masih aman.
” Alhamdulillah kalau sampai saat ini kondisi pertanian kita masih aman. Belum ada Petani yang melaporkan ke kita terkait adanya gagal panen. Namun untuk dampak El Nino memnag sudah mulai kita rasakan saat ini,” ungkap Kadistan Lampura, Tomy Suciadi. Kamis (31/8/2023).
Dijelaskannya, amannya kondisi pertanian ini karena para petani sudah mempersiapkan berbagai kemungkinan terutama air saat terjadi El Nino. Selain itu juga ada sebagian Petani yang memang sudah tidak Tanam lagi.
Dinas Pertanian, juga sudah mengerahkan seluruh penyuluh yang ada di masing-masing Kecamatan untuk memantau kondisi pertanian di daerah masing-masing.
” Kita masih beperpegangan ke jaminan wayrarem ketika kita butuh air mereka siap untuk membukanya. Jadi untuk wilayah irigasi aman airnya,”jelas Tomy.
Sementara untuk wilayah Tadah Hujan dan sebagainya tambah Tomy, sudah diinformasikan untuk memanfaatkan embung dan sumur bor secara hemat. Mengingat informasi terakhir dari BMKG dampak El Nino bisa mencapai awal tahun 2024. Namun El Nino ini terjadi mendunia, dan Indonesia terdampak, namun dalam kategori yang lemah, tidak terlalu ekstrim.
“Waspada boleh, namun jangan sampai petani takut tidak tanam. Terutama di aliran irigasi, Wayrarem siap untuk membantu petani,”pungkasnya.(Diq).




