Pelayanan RS Asy-Syifa Tubaba Disoal, BPJS Kesehatan Ambil Sikap Tegas dan Evaluasi Mendalam

34

TULANG BAWANG BARAT — Gelombang kekecewaan masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terhadap buruknya layanan kesehatan di Rumah Sakit Asy-Syifa Medika akhirnya mendapat respons serius dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tulang Bawang Barat, Jhonson, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat menyikapi polemik yang memicu kemarahan publik dalam beberapa hari terakhir.

“Kami sedang kita tindak lanjuti permasalahan ketersediaan obat di RS tersebut,” ujar Jhonson saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).

Jhonson membenarkan bahwa RS Asy-Syifa merupakan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ia menyatakan keluhan masyarakat yang viral di ruang publik telah dievaluasi secara mendalam demi mendorong perbaikan mendasar pada layanan farmasi dan ketersediaan logistik obat.

Menyoal potensi sanksi bagi rumah sakit yang abai terhadap hak pasien, Jhonson menegaskan lembaran kerja sama memiliki mekanisme baku yang harus dipatuhi kedua belah pihak. Secara prosedural, BPJS terlebih dahulu menuntut komitmen evaluasi manajemen serta langkah korektif yang nyata agar insiden serupa tidak berulang.

“Lebih lanjut jika tidak terselesaikan dan atau terulang kembali, maka tentu upaya yang tertuang dalam perjanjian kerja sama yang kita pedomani,” tegasnya.

Sorotan tajam publik ini bermula dari unggahan viral di jejaring sosial Facebook oleh akun Joni Candra. Dalam postingannya, warga menyuarakan jeritan hati akibat birokrasi yang lamban dan kenyataan pahit berupa kekosongan obat di fasilitas kesehatan tersebut.

Pasien peserta jaminan kesehatan dipaksa menunggu hingga berjam-jam tanpa kepastian di bagian pelayanan resep. Tak sedikit warga yang akhirnya memilih pulang dalam kondisi sakit dan putus asa karena obat yang dibutuhkan sama sekali tidak tersedia di instalasi farmasi.

BACA JUGA:  Presiden: Sederhanakan Prosedur, Segera Salurkan Bansos Tunai dan BLT Desa

“Mohon dengan sangat kepada pihak manajemen R.S Asy-Syifa Medika, kami masyarakat Tubaba membutuhkan layanan cepat tanggap. Bidang layanan resep obat sangat lelah menunggu berjam-jam, bahkan ada beberapa pasien yg meninggalkan ruang tunggu karena putus asa… jawabannya: ‘Tidak tersedia obat-obatan, sangat minim persediaan.’ Evaluasi pelayanan!” tulis Joni Candra dalam akun Facebook miliknya.

Menanggapi desakan publik dan tekanan regulator, Direktur RS Asy-Syifa Medika, Edi Anwar, akhirnya angkat bicara. Ia mengakui adanya kelemahan pada lini manajemen internal yang berujung pada kelangkaan stok obat dan memicu antrean panjang.

Edi berdalih persoalan tersebut bersumber dari kemacetan pada sistem pengadaan atau pembelian obat oleh pihak rumah sakit, meski pada praktiknya pasien mendapati apotek dalam kondisi kosong dan menipis.

Kendati demikian, pihak manajemen berjanji akan segera membenahi sistem internal serta menyelesaikan persoalan kekosongan obat secara menyeluruh dalam kurun waktu satu bulan ke depan. (Red)

Facebook Comments