TUBABA – Pelayanan kesehatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kembali tercoreng oleh realitas yang memprihatinkan. Alih-alih mendapatkan perawatan cepat dan manusiawi, warga justru disuguhi birokrasi yang lamban, ruang tunggu yang menyesakkan, hingga kenyataan pahit berupa kekosongan obat di fasilitas kesehatan.
Gelombang kemarahan publik ini bermula dari unggahan viral di jejaring sosial Facebook oleh akun Joni Candra. Melalui postingannya, ia menyuarakan jeritan hati masyarakat Tubaba yang merasa dirugikan akibat buruknya sistem pelayanan di Rumah Sakit Asy-Syifa Medika.
Dalam keluhannya, warga dipaksa menunggu hingga berjam-jam tanpa kepastian di bagian pelayanan resep obat. Tak sedikit pasien yang akhirnya memilih pulang dalam kondisi sakit dan putus asa karena obat yang mereka butuhkan sama sekali tidak tersedia.
“Mohon dengan sangat kepada pihak manajemen R.S Asy-Syifa Medika, kami masyarakat tubaba membutuhkan layanan cepat tanggap. Bidang layanan resep obat sangat lelah menunggu berjam-jam, bahkan ada beberapa pasien yg meninggalkan ruang tunggu karena putus asa untuk mendapatkan obat. Kami coba konfirmasi kepada pegawai resep obat, jawabannya: ‘Tidak tersedia obat-obatan, sangat minim persediaan.’ Evaluasi pelayanan!” Tulis Joni Candra melakui Akun Facebooknya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RS Asy-Syifa Medika, dr. Edi Anwar, mengakui adanya kelemahan pada lini manajemen internal. Ketersediaan obat yang sangat terbatas diakui menjadi pemicu utama lambannya proses pelayanan dan antrean panjang pasien.
Edi berdalih bahwa persoalan yang terjadi adalah kemacetan pada sistem pengadaan atau pembelian obat oleh pihak rumah sakit, bukan karena apotek ditutup total bagi publik, meskipun pada praktiknya stok memang kosong dan menipis.
” Manajemen RS Asy-Syifa Medika berjanji akan segera membenahi sistem internal serta menyelesaikan persoalan kekosongan obat ini secara menyeluruh dalam kurun waktu satu bulan ke depan.” ujar Direktur RS Asy-Syifa saat di hubungi. Jumat (11/9/2026).
Kasus ini kini menjadi ujian integritas yang nyata bagi pengawasan Dinas Kesehatan setempat. Publik Tubaba tentu tidak ingin janji manis perbaikan dalam tempo sebulan hanya menjadi angin lalu, sementara hak dasar mereka atas pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan manusiawi terus diabaikan. (Red).




