BANDAR LAMPUNG, jejaring09.com – Pelarian dua pelaku penembakan anggota Dit Intelkam Polda Lampung, Bripka (Anumerta) Arya Sumpena, akhirnya berakhir di tangan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung.
Dalam operasi penyergapan tersebut, polisi melumpuhkan satu eksekutor hingga tewas dan menangkap satu pelaku lainnya.
Kedua pelaku Amri dan Bahroni ditangkap di lokasi berbeda. Tersangka Amri diamankan dalam penggerebekan di wilayah Jabung, Lampung Timur. Sementara itu, Bahroni yang merupakan eksekutor utama, tewas diterjang timah panas petugas saat bersembunyi di kawasan wisata Gigi Hiu, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran.
“Tindakan tegas terukur diambil petugas lantaran pelaku melakukan perlawanan yang membahayakan keselamatan personel saat operasi berlangsung,” ujar Kapolda. Jumat (15/5/2026).
Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (9/5/2026) di Jalan ZA Pagar Alam. Saat itu, Bripka (Anumerta) Arya Sumpena dengan sigap mencoba menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di depan sebuah toko roti.
Naas, dalam upaya penangkapan tersebut, sempat terjadi pergulatan sengit antara korban dan pelaku. Bahroni yang merupakan residivis kambuhan kasus penjambretan tahun 2018, berhasil merebut senjata api milik korban.
“Pelaku merebut senjata api korban lalu melepaskan tembakan fatal yang mengenai bagian kepala,” jelas Irjen Pol Helfi Assegaf.
Setelah kejadian tersebut, Bahroni melarikan diri ke kediaman Amri untuk menyembunyikan jejak. Senjata api milik korban diduga diserahkan kepada Amri untuk dikubur di dalam tanah guna menghilangkan barang bukti.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif, polisi berhasil melacak keberadaan Bahroni di tempat persembunyiannya di Kabupaten Pesawaran. Namun, saat hendak diringkus, sang eksekutor justru melakukan perlawanan aktif kepada petugas menggunakan senjata api jenis revolver. Balasan tembakan dari petugas akhirnya membuat nyawa sang eksekutor tak tertolong.
Gugurnya Bripka Arya Sumpena menjadi duka mendalam bagi Korps Bhayangkara. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keberaniannya menjaga keamanan masyarakat hingga titik darah penghabisan, mendiang diberikan penghargaan berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). (Red).




