Khidmat Fitri Dua Waktu

439
Oplus_131072

Gema takbir mulai bersahut-sahutan di bawah langit senja. Bagi sebagian keluarga, aroma opor dan ketupat sudah semerbak memenuhi ruang tamu hari ini. Tak hanya opor dam ketupan berbagai jenis kue dari kua kering hingga kua basah mulai mengiasi meja ruang tamu.

Namun, tetangga dirumahku masih khusyuk karena mereka memilih untuk menggenapkan puasa satu hari lagi, menyempurnakan perjalanan rohani hingga esok pagi. Meski tanggal di kalender berbeda dengan hasil pengumuman pemerintah, esensi yang dirasakan tetaplah satu yakni Fitri.

Perbedaan hari lebaran bukanlah sekat, melainkan refleksi dari kekayaan keyakinan. Bagi yang merayakan hari ini adalah puncak kerinduan untuk segera bersimpuh memohon ampunan dan merayakan kemenangan atas menahan hawa nafsu selama Ramadhan.

Bagi yang merayakan Sabtu 21 Maret 226 adalah kesempatan untuk memperpanjang tadarus, mengais sisa-sisa keberkahan di penghujung Ramadhan, dan memastikan hati benar-benar siap menyambut fajar kemenangan.

Takbir yang saling menyahut di sebagian wilayah khususnya Kotabumi membuat suasana tetap hangat. Saya berharap tidak ada yang merasa lebih benar, karena semua berpijak pada niat yang tulus untuk ibadah.

“Kemenangan sejati bukan terletak pada tanggal berapa kita shalat Id, melainkan pada seberapa tulus kita kembali menjadi suci (Fitri) setelah sebulan penuh berjuang melawan diri sendiri.”

Esensi Idul Fitri adalah silaturahmi. Perbedaan waktu justru menjadi jembatan untuk saling menghargai. Saat satu kelompok melaksanakan shalat Id, kelompok lainnya menjaga toleransi dengan penuh hormat. Begitupun sebaliknya.

Pada akhirnya, di hadapan Sang Pencipta, yang sampai adalah ketakwaan kita. Baik hari ini maupun besok, gema Takbir Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar tetap membawa getaran yang sama di hati l. Menurut saya ini sebuah pengakuan akan kebesaran Allah Subhanallah Wat’ala dan kerendahan hati manusia yang telah berhasil menuntaskan kewajiban puasanya.

BACA JUGA:  Babinsa Hadir di Sekolah : Pastikan 10.554 Porsi Penerima Program MBG SPPG Bukit Kemuning Berjalan Aman dan Lancar

“Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim” “Semoga Allah menerima (amal ibadah) kami dan kamu, terimalah wahai (Allah) Yang Maha Mulia”

Saya Sodikin dan Keluarga Mengucapkan Selamat merayakan kemenangan dengan hati yang terbuka ‘ ‘Minal Aidin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir & Batin’

Facebook Comments