Lampung Utara jejaring09.com – Situasi geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran global, termasuk bagi para calon jemaah yang hendak menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.
Menanggapi kondisi tersebut, Kantor Kementerian Haji dan Umroh Agama (Kemenhaj) kabupaten setempat resmi mengeluarkan imbauan penundaan keberangkatan bagi jemaah Umrah asal Lampung Utara.
Kepala Kantor Kemenha, Feryza Agung, menegaskan bahwa langkah ini diambil semata-mata demi memprioritaskan keamanan para jemaah.
“Kami keluarkan imbauan ini guna faktor keselamatan. Mengingat situasi di sana masih fluktuatif, kami meminta masyarakat untuk mempertimbangkan kembali jadwal keberangkatan hingga kondisi benar-benar kondusif,” tegas Feryza Agung saat dikonfirmasi diruang kerjanya Rabu (4/3/2026).
Agung menjelaskan, Kendati pihaknya mengeluarkan imbauan penundaan bagi calon jemaah baru, bahwa memang saat ini tercatat sebanyak 21 jemaah asal Lampung Utara masih berada di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah. Seluruh jemaah tersebut diketahui berangkat melalui biro perjalanan Alazhar Wisata Suci Cabang Lampung.
Sementara itu disisi lain, Kepala biro perjalanan Alazhar Wisata Suci Lampung, Neli Farhataini, memastikan bahwa seluruh jemaah umroh asal Lampung Utara dalam kondisi baik, sehat dan tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk.
“Informasi dari rekan-rekan travel di Yogyakarta, bandara di Qatar, Dubai, dan Mesir sudah mulai membuka penerbangan. Hanya bandara yang berada tepat di zona konflik Timur Tengah yang saat ini masih off,” jelas Neli melalui sambungan telepon.
Diketahui, Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Dalam Negeri memberikan jaminan keamanan bagi seluruh jemaah yang berada di wilayahnya. Keamanan di kota suci Mekkah dan Madinah diklaim tetap terjaga ketat.
Untuk jalur transportasi dari Indonesia, penerbangan langsung (Direct Flight) rute Jakarta-Jeddah-Madinah yang dilayani oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Saudia Airlines dan Lion Air.
” Ketiga maskapai penerbangan ini dipastikan tetap beroperasi normal karena rute penerbangan tersebut tidak melewati zona konflik aktif, sehingga relatif aman bagi jemaah yang tetap memilih berangkat atau dijadwalkan pulang dalam waktu dekat.” tukasnya. (Diq).




