LAMPUNG UTARA jejaring09.com – Pelaksanaan hari pertama program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung Utara yang bertepatan dengan awal Ramadan memicu polemik.
Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas menu makanan kering MBG yang jauh dari standar gizi yang diharapkan.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan dan Pembinaan Program MBG Lampung Utara, Mat Sholeh, mengaku bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Satgas mengklaim telah bergerak cepat mengumpulkan fakta di lapangan.
Mat Sholeh menyatakan bahwa seluruh aspirasi, baik dari wali murid maupun pemerhati kebijakan, telah didokumentasikan untuk menjadi bahan evaluasi di tingkat pusat.
” Ya, sudah kita kumpulkan semua data dari keluhan penerima manfaat dan para pemerhati, dan sudah kita laporkan kepada BGN (Badan Gizi Nasional),” ujar Mat Sholeh. Senin (23/2/2026).
Langkah selanjutnya, Satgas Lampung Utara akan menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan sistem distribusi maupun kualitas menu. Fokus utama ke depan adalah memastikan tiga aspek terpenuhi yakni, Kualitas rasa dan kelayakan, Kandungan gizi yang seimbang, Transparansi pengelolaan anggaran.
Dikatakannya, bahwa kritik dari masyarakat ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan pelaksana teknis untuk memperketat pengawasan. Sejumlah pihak menekankan agar program MBG tidak hanya menjadi rutinitas distribusi formalitas, tetapi benar-benar menjadi solusi nyata bagi peningkatan kesehatan peserta didik di Lampung Utara. (Diq).




