Lampung Utara-Upaya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak hanya dilakukan di kawasan rawan kebakaran. Tim Karhutla Mabes TNI juga menyasar lingkungan pendidikan dengan mengajak guru dan pelajar menjadi bagian dari gerakan pencegahan Karhutla sejak dini.
Edukasi tersebut diberikan kepada guru, staf dan siswa SMA Negeri 1 Abung Tengah serta MTs-MA Nurul Falah, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara. Kamis, (03/09/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya titik api selama musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, para guru dan pelajar tidak hanya diberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, tetapi juga diajak mengenali penyebab kebakaran, dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan, serta langkah yang harus dilakukan apabila menemukan indikasi maupun titik api.
Turut hadir Babinsa Koramil 412-07/ABB Sertu Yullis, Bhabinkamtibmas Polsek Abung Tengah, Kepala SMA Negeri 1 Abung Tengah Dra. Suryati, MA, M.M., Kepala MTs-MA Nurul Falah Suratman, A.Pd., para guru dan staf kedua sekolah serta para siswa-siswi.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin Brigjen TNI Hasandi Lubis, S.I.P., M.M., M.Han., bersama Kolonel Tek Mashuri Sunendar, S.T., Kolonel Arh Mokhamad Ibnu Sukelan, S.I.P., Kolonel Kes Choirul Anwar, S.Pd., Letkol Laut (T) Nuki Widiasmoro, Letkol Laut (H) R. Agung Gunawan, S.H., Mayor Ckm Era Safroni, Mayor Cpm Aris Setia Hadi, Kapten Ckm Cristian Emanuel, S.Si., S.Farm., Kapten Cpm Chandra Agung Waskito, S.H., serta Kapten Inf Ali Sutato.
Penyuluhan dilaksanakan secara dialogis. Guru dan pelajar diberikan kesempatan berinteraksi langsung dengan Tim Karhutla Mabes TNI untuk memahami lebih jauh mengenai ancaman Karhutla yang dapat mengganggu kesehatan, lingkungan maupun aktivitas masyarakat.
Kabut asap akibat kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar. Karena itu, sekolah dipandang memiliki posisi penting sebagai lingkungan yang dapat menanamkan kesadaran menjaga lingkungan kepada generasi muda.
Kepala MTs-MA Nurul Falah, Suratman, A.Pd., menyampaikan apresiasi atas edukasi yang diberikan Tim Karhutla Mabes TNI kepada pihak sekolah dan para pelajar.
Ia menilai pemahaman mengenai pencegahan Karhutla penting diberikan kepada generasi muda karena sebagian besar kejadian kebakaran dapat dipicu oleh aktivitas manusia, baik karena kelalaian maupun kesengajaan.
“Terima kasih atas edukasi yang diberikan. Pemahaman seperti ini sangat penting agar anak-anak mengetahui bahaya Karhutla dan dapat ikut mengingatkan keluarga maupun masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kolonel Tek Mashuri Sunendar, S.T., menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak boleh hanya mengandalkan petugas di lapangan. Seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan, memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api.
“Pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Guru dan pelajar juga memiliki peran penting untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan dan menyampaikan informasi apabila melihat adanya potensi maupun titik api,” jelasnya.
Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
“Dari sekolah, kesadaran ini bisa diteruskan kepada keluarga dan masyarakat. Para pelajar bukan hanya menjadi pendengar, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang menyampaikan pesan positif tentang bahaya Karhutla kepada orang tua, saudara dan tetangga,” katanya.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak menganggap sepele keberadaan titik api, khususnya pada musim kemarau ketika kondisi lingkungan cenderung panas dan kering.
Apabila menemukan asap atau titik api di sekitar lingkungan sekolah, rumah maupun lahan perkebunan, masyarakat diminta segera menyampaikan laporan kepada pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin sebelum api meluas.
Edukasi melalui lingkungan sekolah ini diharapkan mampu menciptakan efek berantai. Pengetahuan yang diterima para pelajar dapat dibawa ke rumah dan disampaikan kembali kepada keluarga, sehingga pesan pencegahan Karhutla semakin luas menjangkau masyarakat.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah dan para pelajar. Kehadiran Tim Karhutla Mabes TNI sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, dunia pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Lampung Utara.
Dengan membangun kesadaran sejak bangku sekolah, diharapkan generasi muda tidak hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla.
(Pendim 0412/LU)




