Api Kecil Bisa Jadi Bencana Besar ! Tim Mabes TNI Turun ke Desa Subik, Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan

13

Lampung Utara-Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di musim kemarau menjadi perhatian serius TNI. Untuk mencegah terjadinya bencana yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan, Tim Karhutla Mabes TNI turun langsung ke Desa Subik, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, guna memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga. Kamis, (03/09/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Subik sejak pukul 07.30 WIB tersebut diikuti puluhan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok tani, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para kepala desa se-Kecamatan Abung Tengah.

Kehadiran Tim Karhutla Mabes TNI menjadi bukti nyata keseriusan TNI dalam membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering yang berpotensi memicu kebakaran besar.

Tim penyuluh dipimpin Brigjen TNI Hasandi Lubis, S.I.P., M.M., M.Han., bersama sejumlah perwira TNI dari berbagai matra yang memberikan edukasi tentang bahaya Karhutla, langkah pencegahan, hingga mekanisme pelaporan apabila ditemukan titik api.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Subik menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki potensi tinggi terhadap ancaman Karhutla karena dikelilingi area perkebunan dan lahan yang mudah terbakar saat musim kemarau.

“Api kecil bisa menjadi bencana besar. Dampaknya bukan hanya asap yang mengganggu kesehatan, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian ekonomi, gagal panen, kerusakan lingkungan, bahkan menimbulkan persoalan hukum bagi pelaku pembakaran,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Desa Subik berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dengan membentuk Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) serta menyiapkan sarana pendukung di tingkat dusun.

Senada dengan itu, Camat Abung Tengah Kasim, S.E., M.M., mengingatkan bahwa membuka lahan dengan cara membakar bukan hanya berbahaya, tetapi juga melanggar hukum.

“Jangan anggap remeh api kecil. Sekali lepas kendali, dampaknya bisa sangat luas. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan, segera melapor jika melihat titik api, dan bersama-sama menjaga lingkungan,” tegasnya.

BACA JUGA:  PPDB SMP Tunggu Perbub. Pendaftaran Dimulai Tanggal 20 Juni 2022

Sementara itu, Kolonel Tek Mashuri Sunendar, S.T., selaku pemateri utama menegaskan bahwa keberhasilan penanganan Karhutla sangat bergantung pada pencegahan dan partisipasi masyarakat.

“Sebagai Tim Penyuluh Karhutla, tugas kami bukan hanya memadamkan api, tetapi memastikan api itu tidak pernah muncul. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanggulangan,” katanya.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan segera melaporkan setiap kejadian kebakaran kepada pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat sebelum meluas.

Menurutnya, penanganan Karhutla harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD, Damkar, TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta seluruh elemen masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Tim Karhutla Mabes TNI berharap tumbuh budaya sadar bahaya Karhutla di tengah masyarakat. Kesadaran untuk tidak membakar lahan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kecepatan dalam melaporkan titik api menjadi kunci utama mencegah terjadinya kebakaran yang lebih besar.

Dengan sinergi seluruh pihak, diharapkan wilayah Lampung Utara tetap aman dari ancaman Karhutla selama musim kemarau dan masyarakat semakin aktif menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan dari bencana kebakaran hutan dan lahan.

(Pendim 0412/LU)

Facebook Comments