Way Rarem Bukan Sekadar Bendungan, Tetapi Monumen Pembangunan Yang Salah Satu nya Membentuk Peradaban Lampung

38

JAKARTA-Ketua Umum ARMADA, Aris Tama, menegaskan Bendungan Way Rarem di Lampung Utara harus dipandang sebagai salah satu simbol paling penting dalam sejarah pembangunan Lampung. Menurutnya, Way Rarem bukan hanya infrastruktur sumber daya air, melainkan monumen pembangunan yang mengubah wajah sosial, ekonomi, dan peradaban masyarakat selama puluhan tahun.

Sebagai putra asli Abung Pekurun, Way Rarem, Lampung Utara, Aris mengatakan generasi hari ini perlu memahami bahwa Way Rarem lahir dari visi besar pembangunan nasional yang pada masanya menjadi kebanggaan masyarakat Lampung. Bendungan yang dibangun sejak 1981 dan diresmikan pada 1984 itu merupakan bendungan besar pertama di Provinsi Lampung dan menjadi salah satu proyek strategis nasional pada era tersebut.

“Way Rarem bukan sekadar bendungan. Ia adalah saksi sejarah bagaimana negara hadir membangun daerah. Dari bendungan ini lahir ribuan hektare sawah produktif, pertumbuhan ekonomi rakyat, dan optimisme pembangunan di Lampung Utara,” kata Aris, Senin (8/6/2026).

Aris menilai Way Rarem layak ditempatkan sebagai salah satu ikon pembangunan nasional di Sumatera. Pada masanya, proyek tersebut menjadi simbol kemajuan teknologi dan kapasitas pembangunan Indonesia yang mampu menghadirkan infrastruktur besar untuk menunjang ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Hingga kini, Way Rarem masih mengairi sekitar 22 ribu hektare lahan pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Menurutnya, wacana pembangunan PLTS terapung di kawasan Way Rarem harus dipandang sebagai kelanjutan sejarah besar tersebut.

“Jika dahulu Way Rarem menjadi simbol ketahanan pangan, maka ke depan Way Rarem berpeluang menjadi simbol ketahanan energi hijau. Ini bukan sekadar proyek listrik, tetapi transformasi peradaban dari era pembangunan irigasi menuju era energi terbarukan,” ujarnya.

Aris mengingatkan bahwa pembangunan masa depan tidak boleh menghilangkan nilai sejarah yang melekat pada Way Rarem. Sebaliknya, seluruh pengembangan kawasan harus menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kepentingan masyarakat lokal yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan bendungan tersebut.

BACA JUGA:  PWI Pusat Gelar Asesmen Psikotes Penguji UKW PWI

“Bagi masyarakat Abung Pekurun, Way Rarem bukan hanya hamparan air. Ia adalah identitas, memori kolektif, dan kebanggaan daerah. Way Rarem adalah kebanggaan Lampung sekaligus aset strategis Indonesia. Menjaga Way Rarem berarti menjaga sejarah pembangunan bangsa dan memastikan manfaatnya tetap dirasakan oleh generasi yang akan datang,” tegas Aris Tama.(red)

Facebook Comments