Miris! Taman Olah Seni Kotabumi Jadi Hutan Belukar, Sekda Lampung Utara Desak Disparbud Proaktif

380

LAMPUNG UTARA jejaring09.com – Kondisi memprihatinkan Taman Olah Seni (TOS) Kotabumi yang kini terbengkalai dan ditumbuhi semak belukar memicu reaksi keras dari Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Utara, Intji Indriati mendesak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) untuk segera mengambil langkah konkret. Menanggapi terkait berubahnya wajah TOS menjadi lahan liar, Sekda meminta Disbudpar tidak tinggal diam. Ia menekankan pentingnya instansi terkait untuk proaktif dalam menyusun agenda pembenahan yang akan dibahas pada tahap selanjutnya.

“Kami mendorong Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar lebih proaktif menyiapkan agenda (perbaikan). TOS harus kembali menjadi pusat kreativitas bagi generasi muda dan menjadi motor penggerak kemajuan seni di Kabupaten Lampung Utara,” tegasnya. Senin (13/4/2026).

Diberitakan sebelumnya Taman Olah Seni (TOS) Kotabumi adalah tempat bagi kreativitas. Di sana, gema tepuk tangan penonton berkelindan dengan semangat membara para seniman lokal yang memamerkan karya.

Namun hari ini, kejayaan itu sirna. TOS tak lebih dari sekadar monumen kesunyian yang perlahan “ditelan” alam liar. Pantauan di lokasi Senin (13/4/2026) menunjukkan pemandangan yang menyayat hati. Alih-alih karya seni yang menyambut pengunjung, kini jalinan semak belukar tumbuh subur hingga menjalar ke sela-sela panggung utama.

Kondisi ini kian miris saat bergeser ke bagian belakang panggung, dimana reruntuhan atap dan sampah liar berserakan, menciptakan kesan kumuh yang mendalam.

Kondisi memprihatinkan ini seolah menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Daerah. Pasalnya, tepat di samping “hutan” belukar tersebut berdiri megah Gedung Perpustakaan Daerah yang modern.

Ketidakterawatan ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kinerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lampung Utara sebagai instansi penanggung jawab. Dinas terkait terkesan tutup mata, padahal kondisi ini sudah berlangsung lama.

BACA JUGA:  Pemkab Lampura Segera Bayar TPP Bulan April 

Ironisnya, berdasarkan data yang dihimpun, Disbudpar mengelola anggaran yang tergolong fantastis, yakni mencapai Rp 6,4 miliar,  Publik pun mulai mempertanyakan kemana larinya anggaran tersebut, sementara satu-satunya ruang ekspresi seni di Lampung Utara dibiarkan membusuk tanpa sentuhan pemeliharaan.

Fasilitas pendukung di kawasan TOS juga tak luput dari kerusakan. Kamar mandi yang seharusnya menjadi fasilitas vital kini dipenuhi coretan yang tak beraturan dan jauh dari kesan artistik yang seharusnya diusung tempat ini.

“Dulu tahun 2000-an, tempat ini hidup. Musisi main musik di sini, anak teater latihan tiap sore. Sekarang, Orang mau masuk saja takut, khawatir ada ular di balik semak belukar itu,” ujar salah satu warga sekitar. Senin (13/4/2026). (Diq).

Facebook Comments