Bandar Lampung jejaring09.com – Konferensi Kabupaten (Konferkab) ke-VIII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Timur berlangsung sukses dan penuh dinamika. Dalam forum tertinggi organisasi tingkat kabupaten tersebut, Muklis kembali dipercaya menakhodai PWI Lampung Timur untuk masa bakti 2026–2029.
Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 3 Balai Wartawan H. Solfian Akhmad PWI Lampung, Selasa (17/3/2026), menjadi momentum penting bagi insan pers di Lampung Timur dalam menentukan arah dan masa depan organisasi.
Setelah melalui proses dan dinamika organisasi, Muklis kembali terpilih untuk kedua kalinya sebagai Ketua PWI Lampung Timur. Kepercayaan ini menjadi bukti dukungan kuat dari anggota terhadap kepemimpinannya.
Dalam sambutannya, Muklis menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen dan kebersamaan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Ini adalah amanah besar yang membutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh anggota,” ujar Muklis.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk kembali bersatu pasca pelaksanaan Konferkab serta menjaga soliditas organisasi. Menurutnya, kekompakan dan profesionalisme menjadi kunci dalam menjalankan tugas jurnalistik yang berintegritas.
“Konferkab sudah selesai, saatnya kita bersatu, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” tegasnya.
Muklis berharap, di bawah kepemimpinannya ke depan, PWI Lampung Timur dapat semakin solid, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penyajian informasi yang akurat dan berimbang.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, menekankan pentingnya menjadikan pengalaman organisasi selama beberapa tahun terakhir sebagai pijakan untuk melangkah lebih baik.
Menurutnya, kepengurusan PWI harus mampu merangkul seluruh anggota tanpa terkecuali serta responsif terhadap berbagai persoalan internal organisasi.
“Pengalaman tiga tahun ke belakang harus menjadi pijakan untuk berbuat lebih baik ke depan. Pengurus itu bukan untuk diurus, tetapi mengurus. Jadi semua anggota harus dirangkul, setiap persoalan harus diakomodir,” ujarnya.
Wira juga mengingatkan pentingnya menjalankan roda organisasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa AD/ART PWI harus menjadi pedoman utama dalam menjalankan organisasi secara profesional.
“Tegakkan aturan sesuai AD/ART PWI agar organisasi berjalan dengan baik dan profesional,” tandasnya. (Red/rls)




