Proyek SPAM Miliaran Rupiah di Abung Surakarta Tidak Berfungsi, Warga Anggap Cuma Jadi Pajangan

268

LAMPUNG UTARA jejaring09.com  – Harapan warga Desa Karya Sakti dan Desa Purba Sakti, Kecamatan Abung Surakarta, untuk menikmati akses air bersih kini berubah menjadi kekecewaan mendalam.

Pasalnya, Proyek Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan tahun anggaran 2025 yang menelan dana miliaran rupiah tersebut diduga dikerjakan asal-asalan dan kini kondisinya mangkrak tak berfungsi.

Proyek yang berada di bawah naungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lampung Utara ini ditengarai hanya menjadi ajang mencari keuntungan pribadi bagi pihak kontraktor tanpa memedulikan azas manfaat bagi masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2025 lalu, Desa Karya Sakti dan Desa Purba Sakti masing-masing mendapatkan dua titik pembangunan SPAM. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp910.000.000 per desa, dengan target 130 Sambungan Rumah (SR) per titik.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan pemandangan yang kontras dengan nilai anggaran yang fantastis tersebut. Hingga memasuki tahun 2026, instalasi pipa dan tandon air yang telah terpasang sama sekali belum mengalirkan air ke rumah-rumah warga.

Hal ini menyulut kekecewaan warga setempat, Paidi, salah satu warga Desa Karya Sakti, mengungkapkan rasa kekecewaan  terhadap proyek yang dianggap gagal tersebut. Ia mengaku awalnya sangat bangga desa mereka mendapat perhatian dari pemerintah melalui program bernilai ratusan juta tersebut.

” Awalnya kami senang sekali, tapi sampai sekarang cuma jadi pajangan. Terkesan gagal karena belum berfungsi sama sekali. Alasannya tidak jelas, seperti hanya dikerjakan asal jadi saja,” cetus Paidi dengan nada kecewa. Sabtu (28/2/2026).

Senada dengan Paidi, salah seorang warga Desa Purba Sakti yang enggan disebutkan namanya mengaku sejak proyek tersebut rampung, ia baru sekali merasakan air mengalir ke rumahnya.

BACA JUGA:  Mantan Kades Negara Ratu, Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pemerasan

“Itupun cuma dua hari saja, setelah itu mati total sampai sekarang,” ungkapnya.

Mandeknya operasional SPAM ini memicu spekulasi bahwa kualitas pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis. Warga menduga kontraktor pelaksana hanya mengejar target penyelesaian fisik demi mencairkan anggaran tanpa memastikan sistem dapat berjalan dengan baik.

Jika dihitung secara total, anggaran yang menguap untuk empat titik SPAM di dua desa tersebut mencapai miliaran rupiah. Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum dan inspektorat untuk segera turun ke lapangan guna memeriksa kualitas bangunan serta aliran dana proyek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perkim Lampung Utara maupun kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab gagal operasionalnya SPAM di wilayah Abung Surakarta tersebut. (Diq).

Facebook Comments