Skandal RSUD Ryacudu Kotabumi: Pasca Radiologi X-Ray, BPK Temukan Ratusan Alkes Hilang Bak Ditelan Bumi

258
Oplus_0

Lampung Utara jejaring09.com – Belum reda guncangan publik terkait raibnya alat X-ray, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara, kini kembali didera skandal besar.

Berdasarkan informasi terpercaya, Temuan terbaru saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Lampung melakukan pemeriksaan.

Ratusan unit alat kesehatan dari berbagai jenis dan fungsi tidak diketahui keberadaannya. Ironisnya, hingga pemeriksaan berakhir, pihak manajemen rumah sakit dilaporkan tidak mampu menghadirkan barang-barang tersebut di hadapan tim pemeriksa.

Kasus ini seolah menjadi puncak gunung es dari karut-marut manajemen aset di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Jika sebelumnya publik hanya dihebohkan oleh hilangnya satu unit alat Radiologi X-ray, temuan BPK kali ini menunjukkan adanya indikasi kebocoran aset yang jauh lebih sistematis dan masif.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, Maya Natalia Manan ketika dikonfirmasi membantah jika aset-aset RS itu dikatakan hilang. Menurutnya, alat-alat kesehatan tersebut masih ada di sana. Hanya saja mungkin tidak dipergunakan.

“Tapi Sekarang lagi didata lagi aset-asetnya,” kata Maya, Rabu (11/2/2026).

Maya menyarankan, untuk menanyakan langsung persoalan ini kepada Pelaksana Tugas Direktur RSUD H.M.Ryacudu. Menurutnya Plt Direktur RSUD yang lebih mengetahui jumlah aset berikut nilainya tersebut. Meski begitu, ia mengatakan, persoalan aset RS ini sempat disorot oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kami baru bicarakan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK,” terang Maya.

Berdasarkan data yang diterima, total alat kesehatan RS yang menjadi aset daerah yang disebut hilang itu mencapai 124 unit. Nilainya mencapai angka Rp17-an miliar dari total Rp20 miliar nilai perolehan. Usia aset yang diperoleh bervariasi. Yang terlama, asetnya diperoleh pada tahun 1996. Yang terbaru diperoleh pada tahun 2020 lalu.

BACA JUGA:  Berita Kehilangan STNK Milik Nilawati 

Adapun nilai alat kesehatan termahal yang tidak diketahui keberadaannya mencapai sekitar Rp7-an miliar, sedangkan alat kesehatan termurah mencapai Rp34 juta. Nilai-nilai itu mengalami penyusutan dari harga pertama kali perolehan seiring berjalannya waktu.

Dugaan hilangnya ratusan alat kesehatan berdampak pada layanan publik, tidak hanya merugikan keuangan daerah hingga miliaran rupiah, tetapi juga dikhawatirkan berdampak langsung pada kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Lampung Utara.

Kini, masyarakat menunggu keberanian aparat penegak hukum (APH) untuk masuk dan mengusut tuntas siapa saja aktor di balik hilangnya ratusan “nyawa” alat medis di RSUD Ryacudu. (Diq).

Facebook Comments