Lampung Utara jejaring09.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan unjuk rasa (Unras) di halaman Pemkab Lampung Utara. Senin (9/12/2024).
Unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah pemkab terkait sejumlah persoalan diantaranya pembayaran anggaran yang tidak terealisasikan.
Bahkan penghujung unjuk rasa yang nyaris ricuh dan diwarnai dengan bakar Ban, Mahasiswa secara sukarela memberikan uang yang dikumpulkan kepada pihak pemkab setempat.
Koordinator unras Bayu Iswari menyampaikan beberapa tuntutan yakni pengelokasian dana CSR dalam pembangunan gerbang RSUD Ryacudu, alokasi dana desa yang belum terbayarkan, dan tambahan penghasilan pegawai hingga 3 bulan tak terbayar.
Selain itu, pelanggaran Perda Kabupaten Lampura nomor 2 tahun 2016 Bab IV terkait penataan jam operasional minimarket, iuran uang Korpri, lapangan pekerjaan, dan fasilitas perumahan yang dianggap tidak memenuhi peraturan.
” Uang yang berhasil kami kumpulkan sebesar Rp.36ribu kamiserahkan langsung kepada kepala BPKAD Mikael Saragih,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Bupati Lampura Aswarodi yang langsung menemui para mahasiswa mengatakan, secepatnya Pemkab akan mengadakan audiensi dengan HMI membahas terkait tuntutan aksi damai kali ini.
“Mungkin dalam waktu seminggu, semua udah selesai dan nanti akan kita bahas waktu audiensi,” janji Aswarodi. (Diq).
Facebook Comments




