Sidang Prapid Mantan Kepala Inspektorat LU, Kuasa Hukum Anggap Penetapan Tersangka Tidak Sesuai Aturan

949

Lampung Utara jejaring09.com – Saksi ahli sidang praperadilan (Prapid) mantan kepala inspektorat Lampung Utara, M. Erwinsyah, Prof. Mompaung menilai persoalan yang dihadapi oleh menantu mantan Bupati Lampura ini masih sebatas persoalan administrasi.

Bahkan Mompaung mengatakan semestinya persoalan administrasi tidak dapat langsung dibawa ke ranah pidana.

” Sayangnya hal itu tidak dilakukan oleh pihak kejaksaan, seharusnya ini masih bisa diselesaikan dengan hukum administrasi,” kata Prof. Mampaumg usai sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Kotabumi. Kamis (16/4/2024).

Sementara itu kuasa hukum, M. Erwinsyah, Slamet Haryadi mengatakan saksi ahli ini menitikberatkan pada sejumlah kejanggalan dalam proses hukum yang menimpa kliennnya. Namun, pada intinya, keterangan para saksi ahli mereka berfokus pada aspek administrasi.

“Jadi, masih ada kewenangan Pemkab, atau Inspektorat untuk menyelesaikan persoalan kerugian negara (sebelum dibawa ke ranah hukum)” katanya, Kamis (16/5).

Dia mengatakan, selain itu, prosedur penetapan tersangka dari kliennya juga dianggapnya tidak sesuai aturan. Masih terdapat hal yang perlu dikoreksi dalam prosedur penetapan tersangka tersebut.

Kerugian negara yang disebut-disebut dalam perkara ini pun patut dipertanyakan. Sebab, tidak ada penjelasan bagaimana cara menghitungnya, dan juga apakah ahli yang digunakan memiliki disiplin ilmu yang sesuai.

“Dengan kata lain, kami ingin mengkoreksi tindakan penyidik dalam proses penetapan tersangka,” jelas dia.

Selanjutnya, pihaknya juga menjelaskan dalam sidang mengenai kewenangan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah(APIP). Meski memiliki kewenangan, namun APIP masih memiliki atasan. Dengan demikian, jika ditemukan persoalan adiministrasi hendaknya tidak langsung dibawa ke ranah pidana.

“Proses ini sudah prosedural atau tidak karena penyidik harus melaksanakan berdasarkan hukum yang adil melalui alat bukti yang berkualitas,” paparnya.

Diketahui, Sidang praperadilan ini digelar atas permintaan Slamet Haryadi selalu kuasa hukum mantan kepala inspektorat Lampung Utara, M. Erwinsyah.

Sah atau tidaknya penetapan tersangka M. Erwinsyah. Sidang akan kembali dilanjutkan pada Jumat (17/5) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari termohon.(Red).

Facebook Comments