Kasdim Hadiri Do’a dan Syukuran Bersama, Satgas Pembersihan Gulma di Bendungan Way Rarem Lampung Utara

31

Lampung Utara-Do’a bersama satuan tugas (satgas) pembersihan gulma bendungan Way Rarem merupakan bentuk ikhtiar batin untuk memohon kelancaran, keselamatan, dan keberkahan dalam melaksanakan tugas pembersihan Gulma, di desa Pekurun Kecamatan Abung Pekurun Kabupaten Lampung Utara. Jum’at, 24-04-2026.

Do’a bersama ini bertujuan agar proses pembersihan gulma, sampah terapung, dan pengerukan sedimentasi dapat berjalan lancar, aman dari bahaya, serta memberikan hasil yang maksimal.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasdim 0412/LU Mayor Cpm Aris Setia Hadi, Camat Abung Pekurun Bpk Darwis Setia Budi, SE. MM., Pasi Intel Kodim 0412/LU Kapten Chk Ujang Sugihardi, Pasi Ops Kodim 0412/LU Kapten Inf M. Latif, Danramil 412-07/ABB Kapten Inf Rihantoyo, Anggota Satgas Yon TP 45/SB, KUPB Bendungan Way Rarem Bpk Supriyadi, ST, Sekcam Kec. Abung Pekurun Bpk Mudasir, S.Sos., M.Si, Kasi Pemerintahan Kec. Abung Pelurun Bpk Made Purnawirawan, SE., Kasat Pemeliharaan Bendungan Way Rarem Bpk Salkodrat, Kades Pekurun Bpk Paiman, S.Pd., Kades Pekurun Tengah Aroni, S.Pd, Anggota Babinsa Koramil 412-07/ABB, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Karyawan Pegawai Bendungan Way Rarem.

Disela kegiatan, Kasdim Mayor Cpm Aris Setia Hadi menyampaikan dalam acara do’a bersama satgas pembersihan gulma bendungan way rarem umumnya berfokus pada sinergi, kelancaran tugas, dan dampak positif bagi masyarakat.

” Kami TNI Khususnya Kodim 0412/LU beserta anggota Satgas, Mengapresiasi kekompakan antara personel Satgas TNI, pemerintah daerah, dan warga setempat dalam rangka pembersihan gulma di bendungan Way Rarem ini, semoga diberi kelancaran,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Kasdim menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan, melainkan wujud kepedulian TNI untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung ketahanan pangan di wilayah kabupaten Lampung Utara.

BACA JUGA:  Pengurus Cabang JMSI Lampung Utara Dilantik

“TNI hadir bukan untuk membatasi aktivitas warga, tapi justru mendukung dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini bagian dari komitmen kami membangun daerah,” tegasnya.

Pembersihan gulma (seperti eceng gondok dan tanaman liar lainnya) di bendungan ini bertujuan utama untuk menjaga kelancaran aliran air, mencegah pendangkalan (sedimentasi), dan melindungi komponen mekanis pintu air.

Hal ini memastikan efisiensi fungsi irigasi, pengendalian banjir, serta meningkatkan kualitas air dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini Bendungan Way Rarem diharapkan kembali optimal sebagai penopang irigasi, pengendali banjir, hingga penggerak ekonomi lokal–sekaligus menjadi contoh penanganan infrastruktur berbasis sinergi di daerah.

(Pendim0412/LU)

Facebook Comments