Berikan Semangat, Kadis Pendidikan LU Kunjungi Korban Pelecehan Seksual

655

Lampung Utara jejaring09.com – Kepala dinas Pendidikan kabupaten Lampung Utara, Sukatno didampingi Kabid Pembinaan Kenagaan, Diana Wati, Kasi PAUD mengunjungi korban pelecehan seksual yang dialami salah satu guru PAUD di kecamatan Sungkai Utara. Selasa (23/4/2024).

” Kita turun langsung, kita ini nggak akan tinggal diam tentunya, karena ini menyangkut harkat dan martabat tenaga pendidik. Untuk itu saya turun langsung ingin memberikan support kepada korban yang merupakan salah satu tenaga pendidik kita,” kata Kadis Pendidikan, Sukatno.

Dikatakannya, Dalam perkara ini pihaknya akan terus memberikan pendampingan kepada korban. Pasalnya korban hingga saat ini masih mengalami trauma yang mendalam. Selain itu terang Sukatno, dalam perkara ini pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Untuk pendampingan hukum, lanjut dia pihaknya menyerahkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPPA) Lampura.Karena untuk pendampingan hukum dan Psikolog itu ada di PPPA.

“Kita lihat korban memang mengalami trauma sekali.

Mudah-mudahan dengan adanya pendampingan dan support yang kami berikan korban bisa segera pulih dan ceria kembali,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Diduga melakukan pelecehan terhadap seorang Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sungkai Utara Lampung Utara. Oknum wartawan ini harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Informasi yang didapat, bahwa oknum wartawan AI ini datang seorang diri ke TK di Desa Baru Raharja dengan membawa koran, Senin 22 April 2024 pagi. Namun, entah apa penyebabnya tak berselang lama didalam ruang AI diduga melakukan pencabulan terhadap USN Guru yang menyambutnya saat bertamu.

Usai laporan, USN mengatakan bahwa pelaku datang dengan membawa koran, kemudian melakukan bincang bincang (basa basi) dan mendekati dari samping.

“Dia deketin saya sambil merangkul. Saat itu langsung (melakukan pencabulan) ” kata USN.

Ditempat yang sama, Yuli saksi yang berada dilokasi menceritakan, bahwa pelaku berkunjung ke TK dan disambut dengan baik. Saat itu ia hendak keluar ruangan untuk membeli sesuatu, namun karena firasat tidak baik ia berbalik melihat dari jendela dan mengetahui kejadian dugaan pencabulan.

“Berkunjung ke TK kami, dia ngasi koran saya keluar sebentar, tapi ada firasat ga enak saya ngintip dari jendela, saya ngeliat pelecerahan itu. Pelaku peras payudara teman saya, ” Ucapnya. (Diq)

Facebook Comments