Lampung Utara jejaring09.com – Ketersediaan Blanko KTP – Elektronik di Kabupaten Lampung Utara masih terbilang cukup aman. Terlebih baru-baru ini Pemerintah pusat memberikan bantuan tambahan 4000 Blanko KTP-Elektronik.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Lampung Utara, Perdana Putra membenarkan jika pihaknya mendapat tambahan 4000 KTP – Elektronik dari pemerintah pusat.
” Sebelumnya kita mendapatkan tambahan 2000 Blanko KTP-Elektronik, dan Alhamdulillah kita kembali mendapatkan tambahan 4000 blanko KTP – elektronik,” kata Perdana Putra, Rabu (6/9/2023).
Dijelaskannya, bahwa dalam sehari Disdukcapil Lampung Utara mencetak 250 KTP-El.Jika dalam 15 hari ke depan ketersediaan Blanko sudah menipis, maka pihaknya akan mengajukan kembali penambahan ke Pusat.
” Jika dalam 15 hari kedepan ketersediaan blanko menipis, Kita ajukan tambahan itu 15000-20000 blanko KTP-EL. Berapa yang diberikan kita terima, kalau kurang kita ajukan lagi,”ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, Untuk meminimalisir antrian dan mempercepat proses pencetakan KTP-EL, pihaknya akan langsung memproses mana saja masyarakat yang langsung datang ke Mall Pelayanan Publik (MPP).
Menurutnya, jika dalam melayani pelayanan secara online itu membuat Blanko KTP-EL yang sudah tercetak mubazir. Dan jika pihak Disdukcapil mencetak 300 blanko online yang diambil hanya 100 blanko saja, sementara sisanya 200 blanko masih di biarkan oleh Masyarakat yang mengajukan.
”Nah, untuk meminimalisir ini kita gunakan pola mendahulukan yang Offline yakni mana saja Masyarakat yang datang ke MPP akan melakukan pencetakan KTP-EL akan langsung kita proses dan cetak KTP-EL nya. Kendati demikian, Disdukcapil tetap melayani masyarakat yang membuat Secara online, hanya saja kita mendahulukan yang Offline,”jelasnya.
Ia juga menambahkan, untuk semua bentuk Akta dan Kartu Keluarga(KK) itu tidak ada kendala. Baik dalam pencetakan ataupun dalam segi blanko. Sebab untuk Akte dan KK itu menggunakan kertas.
”Nggak ada masalah kalau untuk Akte dan KK karena pakai kertas. Yang sering menipis ketersediaannya ini hanya blanko,”pungkasnya.(Diq).




