Penetapan PPS, KPUD Lampung Utara Diduga Labrak Aturan 

937

Lampung Utara jejaring09.com – Penetapan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sumber Arum Kecamatan Kotabumi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung Utara (Lampura) diduga labrak aturan.

Pasalnya, dari data yang berhasil dihimpun terdapat anggota PPS yang lolos dalam tahapan seleksi namun tidak berdomisili di wilayah kerjanya tersebut. Sementara dalam regulasi yang ada, salah satu syarat menjadi calon PPS yakni anggota PPS berdomisili di wilayah kerja PPS.

Dalam melakukan penetapan rekrutmen di desa setempat terdapat satu nama yakni Mando Akhmad Saputra dinyatakan bukan berdomisili diwilayah kerja PPS. Dalam hal ini jelas dalam KPUD Lampung Utara labrak aturan PKPU nomor 8 tahun 2022.

Anggota PPS tersebut lolos menjadi PPS di Desa Sumber Arum Kecamatan Kotabumi Kita. Dengan demikian kondisi seperti ini membuat masyarakat menilai bahwa dalam penetapan anggota PPS tidak transparan dan terjadi kongkalikong.

” Baru ini sepanjang sejarah Pemilu di desa Sumber Arum yang jadi anggota PPS bukan asli orang Sumber Arum,” ujar Trias

Dikatakan Trias, Dalam hal ini KPUD Lampung Utara labrak aturan PKPU nomor 8 tahun 2022.Dimana dalam PKPU nomor 8 tahun 2022 tersebut mengatur tentang pembentukan dan tata kerja badan Ad-Hoc penyelenggara pemilihan umum, pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota.

Didalam BAB III tata kerja PPS bagian kesatu kedudukan PPS Pasal 14 ayat (1) PPS dibentuk untuk menyelenggarakan Pemilu dan Pemilihan ditingkat kelurahan/desa atau yang disebut dengan nama lain. Pasal (2) PPS berkedudukan di kelurahan/desa atau yang disebut nama lain.

” Disamping itu juga, dalam melakukan penetapan perekrutan PPS didesa Sumber Arum herus memenuhi persyaratan yakni Anggota PPS berdomisili diwilayah kerja PPS,” tegasnya.

Selain itu, dalam penetapan PPS, KPUD Lampung Utara terkesan tidak profesional dan tidak transparan dalam mengumumkan nilai hasil tes tertulis dan wawancara.

Anehnya lagi, lanjut Trias, KPUD Lampung Utara meloloskan anggota PPS di desa Negara Kemakmuran Kecamatan Hulu Sungkai atas nama Jamalludin diduga menggunakan ijazah SMP.

” Didalam aturan, jelas anggota PPS berpendidikan paling rendah sekolah menengah atas atau sederajat,” ujar Trias.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Ketua KPUD Lampung Utara, Aprizal Ria belum dapat dikonfirmasi. (Diq).

Facebook Comments