Gubernur Lampung Siapkan Tiga Langkah Perkuat Investasi, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

16

JAKARTA-Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong percepatan investasi melalui penyederhanaan perizinan, penguatan kepastian regulasi, dan penciptaan iklim usaha yang kondusif. Langkah tersebut disiapkan untuk menarik lebih banyak investor sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Provinsi Lampung siap bersinergi dan memfasilitasi para investor dan mitra global untuk satu tujuan yang sama, yaitu pertumbuhan ekonomi Lampung berkelanjutan,” tegas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Grand Ballroom Fairmont Hotel Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Dalam forum yang diselenggarakan Pemprov Lampung bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung tersebut, Gubernur memaparkan tiga komitmen utama pemerintah daerah untuk memperkuat daya tarik investasi. Ketiganya meliputi percepatan perizinan yang transparan dan berbasis digital, penguatan regulasi melalui kepastian tata ruang, pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal, serta penciptaan iklim investasi kondusif melalui fasilitasi proaktif, kepastian lahan, dan dukungan infrastruktur.

LEIF 2026 mengusung tema “From Potential to Partnership: Accelerating Sustainable Investment in Lampung”. Forum ini menjadi wadah pertemuan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor untuk membangun kemitraan strategis dalam mengoptimalkan potensi ekonomi Lampung.

Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 100 calon investor potensial, baik dari dalam maupun luar negeri. Minat investasi itu selanjutnya ditindaklanjuti melalui pertemuan bisnis secara langsung atau one-on-one meeting serta penandatanganan letter of intent (LoI).

Optimisme pemerintah daerah dalam menarik investasi didukung oleh kinerja ekonomi Lampung yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Lampung pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year), menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera.

BACA JUGA:  Gubernur Arinal Hadiri Sertijab Kepala BPK RI Perwakilan Lampung

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh basis komoditas unggulan serta konektivitas infrastruktur dan logistik yang strategis. Kondisi ini menjadi modal bagi Lampung untuk mengembangkan sektor-sektor produktif sekaligus memperluas peluang kerja sama dengan investor domestik dan internasional.

Pemprov Lampung melihat sejumlah sektor masih memiliki peluang investasi yang besar. Sektor tersebut meliputi pertanian, industri pengolahan, energi terbarukan, pariwisata, dan infrastruktur. Pemerintah juga mendorong penguatan hilirisasi agar komoditas unggulan daerah tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam sambutan pembukaan LEIF 2026 menekankan pentingnya forum tersebut sebagai momentum memperluas kemitraan strategis. Menurut Wagub Jihan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah serta memastikan investasi memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan terhadap penguatan investasi daerah juga disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Ahmad Muzani. Dalam pidato kuncinya, ia menyoroti pentingnya sinergi kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Investasi yang produktif, menurut Ahmad Muzani, diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat kontribusi Lampung terhadap perekonomian nasional. Karena itu, koordinasi lintas pemerintahan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat realisasi investasi.

Kepercayaan investor terhadap prospek Lampung juga tercermin dari 11 kisah keberhasilan investasi atau investment success stories yang diangkat dalam LEIF 2026. Kisah tersebut menjadi gambaran peluang pengembangan usaha sekaligus menunjukkan potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan dunia usaha.

Dalam sesi diskusi panel, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyampaikan bahwa perekonomian Lampung pada 2026 diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,0–5,6 persen. Proyeksi tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga, sektor pertanian, industri pengolahan, dan investasi.

BACA JUGA:  Lakukan Tes Urine,Sesuai Inpres No2/2020,Gubernur Instruksikan Pimpinan Tinggi Pratama,Jauhi Narkoba"

“Fundamental ekonomi Lampung yang kuat menjadi modal penting untuk mendorong investasi. Namun demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan kontribusi investasi melalui hilirisasi komoditas unggulan dan pengembangan industri bernilai tambah,” ujar Bimo.

Peluang pengembangan industri berbasis komoditas unggulan juga mendapat perhatian dari pemilik Sungai Budi Group, Widarto. Sementara itu, Direktur Investasi PT Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menekankan pentingnya kesiapan proyek dan kemitraan strategis agar peluang investasi dapat diwujudkan menjadi realisasi penanaman modal.

Untuk mendukung langkah tersebut, BI bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem investasi. Sepanjang 2026, BI telah memfasilitasi delapan kegiatan penguatan ekosistem investasi, mulai dari peningkatan kapasitas investment project ready to offer (IPRO) hingga fasilitasi jejaring investor.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memastikan proyek-proyek investasi memiliki kesiapan yang memadai dan dapat ditawarkan kepada calon investor. Dengan demikian, pertemuan bisnis dan penjajakan kerja sama yang berlangsung dalam LEIF 2026 diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan awal, tetapi berlanjut pada realisasi investasi.

Melalui penguatan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BI, dan dunia usaha, Pemprov Lampung menargetkan peningkatan investasi berkualitas yang mampu memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, dan memperluas kesempatan kerja. Pada akhirnya, kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Lampung, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan, berkembangnya aktivitas usaha lokal, dan meningkatnya kesejahteraan secara lebih merata. (Pemerintah Provinsi Lampung).

Facebook Comments