Kisah Multazam, Remaja 16 Tahun yang Menjadi Jemaah Haji Termuda Lampung Utara

40

Lampung Utara, Jejaring09.com – Suasana halaman Islamic Center Kotabumi, Lampung Utara, pagi itu diselimuti kabut haru. Di antara ratusan jemaah yang bersiap berangkat, sosok Muhammad Multazam Nabil Assyaf mencuri perhatian.

Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, remaja ini berdiri dengan ketenangan yang melampaui umurnya, memikul amanah besar menuju Tanah Suci.

Multazam, warga Desa Mulang Maya, Kecamatan Kotabumi Selatan, tercatat sebagai jemaah calon haji termuda asal Kabupaten Lampung Utara tahun 2026. Namun, keberangkatannya bukan sekadar keberuntungan antrean. Ia berangkat melalui jalur pelimpahan kursi sebuah warisan ibadah dari orang tuanya yang telah berpulang.

Mendampingi sang ibunda, Fitri Maya, santri SMA Pondok Pesantren Darul Hidayah Kemiling ini menyadari bahwa langkahnya ke Makkah adalah bentuk bakti pemungkas.

“Ini bukan sekadar perjalanan ibadah biasa. Bagi saya, ini adalah tentang melanjutkan cita-cita dan amanah orang tua yang belum sempat tertunaikan,” ungkap Multazam.

Di tengah stigma negatif yang kerap menerpa generasi z, kisah Multazam hadir sebagai anomali yang menyejukkan. Kedisiplinan hidup di pesantren tampaknya telah menempa mentalnya untuk memahami bahwa tanggung jawab dan kedalaman spiritual tidak harus menunggu usia senja.

Perjalanannya menjadi bukti nyata bahwa bakti seorang anak kepada orang tua tidak terputus oleh maut, melainkan bertransformasi menjadi doa-doa yang dipanjatkan langsung di depan Ka’bah.

Keberangkatan Multazam merupakan bagian dari 398 jemaah calon haji asal Lampung Utara yang dilepas secara resmi oleh Bupati Hamartoni Ahadis. Dalam prosesi pelepasan tersebut, Bupati menitipkan pesan mendalam mengenai esensi perjalanan spiritual ini.

Meski seremoni pelepasan berlangsung khidmat secara formal, narasi yang dibawa oleh Multazam memberikan nyawa lebih pada keberangkatan tahun ini. Pelepasan hari itu bukan sekadar urusan logistik dan transportasi, melainkan tentang pengiriman harapan dan doa-doa yang melangit.

BACA JUGA:  Kodim 0412/LU Doa Bersama Sambut HUT TNI Ke - 80.

Bagi Multazam, setiap jengkal tanah di Haramain nanti adalah ruang untuk membuktikan bahwa kedewasaan tidak diukur dari angka kelahiran, melainkan dari keberanian seseorang dalam memikul makna hidup dan menuntaskan janji kepada orang-orang terkasih. (Red).

Facebook Comments