LAMPUNG UTARA jejaring09.com – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara terus mematangkan strategi penguatan ekonomi desa melalui optimalisasi potensi lokal.
Demikian yang disampaikan oleh Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, saat melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Desa Gunung Besar, Kecamatan Abung Tengah kabupaten setempat.Selasa (21/04/2026).
Didampingi Wakil Bupati Romli, kunjungan ini menjadi momentum koordinasi langsung antara jajaran eksekutif, legislatif, dan masyarakat setempat. Turut hadir dalam rombongan tersebut Ketua DPRD Lampung Utara M. Yusrizal, anggota DPRD Megarani dan Tesa Anggraini, serta jajaran TP-PKK Kabupaten Lampung Utara.
Dalam arahannya, Bupati Hamartoni menyoroti besarnya potensi sektor perkebunan di Abung Tengah, khususnya komoditas kopi. Menurutnya, kopi bukan sekadar tanaman musiman, melainkan komoditas unggulan dengan prospek pasar yang menjanjikan jika dikelola secara serius.
“Pemerintah memberikan perhatian khusus pada pengembangan kopi dan padi di wilayah ini. Kami berharap pemberian bantuan bibit padi kepada kelompok tani serta pengembangan kopi dapat memperkuat struktur ekonomi desa yang berbasis pada potensi lokal,” ujar Bupati.
Selain sektor pertanian, kabar menggembirakan datang dari bidang infrastruktur. Bupati mengonfirmasi bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, pemerintah telah merencanakan perbaikan ruas jalan Bonglai-Subik yang akan dilaksanakan secara bertahap. Pembangunan jalan ini diharapkan menjadi urat nadi baru bagi kelancaran distribusi ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan pentingnya partisipasi warga dalam pembangunan melalui ketaatan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia menginstruksikan para Kepala Desa untuk aktif menghimbau warganya agar membayar pajak tepat waktu demi kesinambungan pembangunan daerah.
Bupati mengajak seluruh perangkat desa untuk tidak berhenti berinovasi. Ia menekankan bahwa kemajuan sebuah wilayah sangat bergantung pada kemampuan desa dalam menggali potensi uniknya, mulai dari UMKM hingga sektor pariwisata.
“Kolaborasi adalah kunci. Tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga kelompok perempuan harus bersinergi. Dengan kerja sama seluruh elemen, pembangunan yang kita laksanakan akan memberikan manfaat yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Lampung Utara,” pungkasnya. (Red)




