Masuk 10 Besar, Bupati Lampura Akan Presentasikan Cangget Bakha Di Jakarta 

253

Lampung Utara jejaring09.com – Pasca di tetapkan masuk dalam sepuluh besar, Bupati.Lampung Utara Hamartoni Ahadis diagendakan akan mengikuti Presentasi Anugerah  Kebudayaan yang akan digelar di Gedung Dewan Pers Jakarta pada 8 – 9 Januari 2026.

Dalam ajang ini acara adat ” Cangget Bakha” yang diikutsertakan pada ajang nasional yakni Anugerah Kebudayaan Nasioanal Persatuan Wartawan Indonesia pusat dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Kepala Dinas Kominfo kabupaten Lampung Utara,  Gunaido Uthama membenarkan agenda Bupati yang akan mengikuti presentasi kebudayaan di Jakarta.

“Alhamdulillah Cangget Bakha yang didaftarkan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan masuk sepuluh besar, dan berdasarkan tahapan selanjutnya yakni presentasi yang akan disampaikan oleh Bupati,” kata Gunaido Uthama. Senin (5/1/2026).

Dijelaskan Gunaido, bahwa sata ini Dinas Pariwisata dan  Kebudayaan, Kominfo, PWI Lampura dan DKLU tengah mematangkan materi yang akan disampaikan Bupati dihadapan para dewan juri.

” Mudah-mudahan tidak ada perubahan dan yang pastinya Bapak Bupati, Hamartoni Ahadis siap mengikuti tahapan presentasi tersebut. Harapan kita bersama agar Cangget Bakha budaya Lampura dapat meraih anugerah kebudayaan pada Hari Pers Nasional (HPN) nanti,” ucapnya.

Diketahui, sebanyak 10 Kepala Daerah dari beberapa wilayah Indonesia mulai dari Labuhan Batu, Sumatera Utara, hingga Manokwari, Papua Barat siap mengikuti tahap presentasi anugerah kebudayaan PWI pusat pada 8-9 Januari 2026 di Jakarta mendatang.

Tahapan ini menjadi penentu sebelum penyerahan Trophy Abyakta pada puncak HPN 2026 di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026 mendatang. Presentasi dilakukan untuk menguji sejauh mana para Bupati dan Wali Kota serta mengimplementasikan program pemajuan kebudayaan di daerah masing-masing hal ini tentunya sesuai topik yang diajukan dalam proposal.

BACA JUGA:  Dipanggil Jaksa, Dua Saksi Kasus Jasa Konsultansi Konstruksi Inspektorat Mangkir

Direktur anugerah seni dan kebudayaan PWI pusat, Yusuf Susilo Hartono menjelaskan bahwa sepuluh Kepala Daerah tersebut dipilih secara ketat oleh dewan juri setelah menelaah proposal dan dokument pendukung yang sangat konprehensif.

“Berkas yang dinilai meliputi proposal utama, video kegiatan, dokument pokok fikiran, kebudayaan daerah (PPKD), peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi photo. Totalnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan halaman, “ujar Yusuf, yang telah menangani anugerah kebudayaan PWI pusat sejak HPN 2016 di Lombok.

Untuk memastikan keabsahan dan kedalaman program, para kandidat diwajibkan mempresentasikan langsung gagasan dan capaian kebudayaan dihadapan dewan juri di Kantor PWI pusat. Dewan juri anugerah kebudayaan PWI 2026.

” Dewan juri AK PWI-HPN 2026 berjumlah 5 orang, bersal dari kalangan seniman, budayawan, akademisi, dan pimpinan pers nasional.” ujarnya. (Diq).

Facebook Comments