Dandim 0412/LU dan Dinas PUPR Tinjau Jembatan Putus di Tulang Bawang Barat

150

Jejaring09.com/Tulang Bawang Barat-Komandan Kodim (Dandim) 0412/LU, Letkol Inf Roni Faturohman, bersama dengan perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), meninjau langsung lokasi bencana alam putusnya Jembatan Way Nurik di wilayah Tiyuh (Desa) Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).

Kegiatan peninjauan ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Desember 2025, sekitar pukul 19.24 WIB. Peninjauan dilakukan untuk memastikan dampak kerusakan dan merumuskan langkah penanganan pasca- bencana.

Personel yang Terlibat

Peninjauan ini dihadiri oleh, Komandan Kodim 0412/LU, Letkol Inf Roni Faturohman, Perwakilan dari Dinas PUPR, Danramil 412-05/TBU, Anggota Koramil 05/TBU dan Koramil 412-01/TBT.

Dampak Serius pada Akses Ekonomi dan Sosial Warga

Putusnya Jembatan Way Nurik menyebabkan terputusnya akses utama yang sangat vital bagi masyarakat di dua desa.

Jembatan ini merupakan akses jalan utama yang dilalui masyarakat untuk berbagai keperluan.

Dampak utama yang dialami warga meliputi, Gangguan Transportasi Hasil Panen, Terputusnya akses jalan utama untuk transportasi angkutan hasil panen masyarakat dari Desa Gunung Katun Tanjungan menuju wilayah perkotaan.

Terisolir Antar Desa, Jembatan ini adalah jalan penghubung utama antar dua desa, yaitu Desa Gunung Katun Tanjungan dan Desa Gunung Katun Malay, sehingga aktivitas antar desa terhambat.

Meskipun lokasi jembatan putus berjarak sekitar 1,5 Km dari pemukiman warga dan tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap perumahan penduduk, kerugian ekonomi dan sosial akibat terputusnya akses jalan.

Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana alam ini. Jalur Alternatif Memperpanjang Jarak Tempuh Sebagai solusi sementara, masyarakat terpaksa menggunakan jalur alternatif dengan konsekuensi jarak tempuh yang jauh lebih panjang Menuju Perkotaan (dari Gunung Katun Tanjungan).

BACA JUGA:  Kapten Inf Yugo Utomo dan anggota ikuti Upacara Hari Pahlawan Ke-80, Ajak Teladani Kesabaran dan Keikhlasan Pejuang

Warga menggunakan jalan alternatif melalui Desa Panaragan dengan jarak tempuh kurang lebih 20 Km, Menuju Perkotaan (dari Gunung Katun Malay), Warga menggunakan jalan alternatif melewati Desa Kagungan Ratu dengan jarak tempuh yang juga sekitar 20 Km.

Sementara Penghubung Antar Desa, Masyarakat yang ingin melintasi antar desa harus menggunakan jalan alternatif melalui Panaragan, depan Polres TBB, dengan jarak tempuh mencapai kurang lebih 25 Km.

Peninjauan ini menjadi langkah awal dalam upaya perbaikan infrastruktur yang rusak, mengingat betapa pentingnya Jembatan Way Nurik bagi kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di Tulang Bawang Barat.#red.

Facebook Comments