Lawan Stunting, Pemkab Mesuji Paparkan Program ‘Geber Mas’ dan Launching ‘Sianting’

301

Mesuji, Jejaring09 – Pemerintah Kabupaten Mesuji tak main-main perangi Stunting. Hal ini terbukti hingga saat ini kabupaten berjuluk Bumi Ragab Begawe Caram ini telah berada di posisi lima besar dari 14 kabupaten/kota provinsi Lampung yang berhasil menekan angka Stunting.

Melalui program Gerakan Bersama Masyarakat Atasi Stunting (Geber Mas), kabupaten Mesuji mampu berada di lima besar daerah yang berhasil menekan angka Stunting di provinsi Lampung. Pemkab Mesuji juga telah meluncurkan program Sistem Informasi Atasi Stunting (Sianting) dalam upaya menekan dan pencegahan Stunting.

Melalui Podcast Mesuji Radio yang menghadirkan beberapa narasumber seperti, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PPKB), Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mesuji, memaparkan seluruh program-program yang berkaitan dengan persoalan Stunting di kabupaten tersebut.

Menurut Kepala Bidang Perencanaan Penelitian Pembangunan SDA Bapelitbangda Mesuji Gunawan.S.P, M.P Menjelaskan peranannya dalam mangatasi Stunting.

“Ada dua program bapelitbangda yaitu makro dan mikro. Makro setiap ada kegiatan di setiap kecamatan perencaan memang dilibatkan, mikro mengkoordinasikan kepada seluruh OPD untuk menjalankan berdasarkan peran masing masing, ikut melaksanakan mulai dari perencanaan hingga pelaporan,” ujar Gunawan dalam Podcast Mesuji Radio yang digelar di halaman SMAN 1 Tanjungraya. Selasa (12/12/23)

Sementara Kepala Dinas BKKBN Herawati juga menjelaskan, Fihaknya terus melakukan upaya pencegahan Stunting dengan sasarannya yakni Calon Pengantin, Remaja, Ibu Hamil dan Nifas pasca melahirkan. Dan melalui program Sianting  ini, masyarakat nantinya akan dengan mudah memperoleh data secara akurat dan menjalankan program serta tepat sasaran.

“Jika keempat sasaran tersebut terealisasi maka penanganan stunting akan sangat cepat teratasi dan bisa menjadi lebih baik dari hari ini. Kami juga menyarankan bagi pasangan-pasangan muda yang hendak melakukan pernikahan sebaiknya sudah cukup usia yakni Usia 23 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria,” sebut Kadis BKKBN Mesuji.

BACA JUGA:  Soal THR Honorer, Pemkab Mesuji Terkendala Aturan Merealisasikannya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Mesuji Kusnandarsyah, mengatakan telah melakukan intervensi spesifik dengan menerbitkan surat layak bagi anak yang akan melakukan pernikahan. Kemudian untuk ibu hamil sendiri Fihaknya juga akan memberikan pelayanan pengecekan bayi yang dalam kandungan melalui USG.

“Banyak program yang telah kita laksanakan dalam melawan Stunting ini. Mulai dari program penambahan Hemaglobin bagi remaja, hingga pemeriksaan rutin terhadap ibu-ibu hamil untuk memastikan kesehatan si ibu maupun si bayi melalui USG yang sudah ada di 14 Puskesmas se-kabupaten Mesuji ini,” imbuh Nandar

Salah satunya dengan program penambahan Hemaglobin atau kadar darah untuk putri 11-16 sedangkan putra 12-17.Efek kekurangan itu akan menyebabkan Anemia,” sebut Kusnandar

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mesuji Apriadi berkomitmen, PWI sudah menggagas program Gerakan Wartawan Lawan Stunting (Gawe Lawas) bersama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo),

“Secara spesifik memang tidak menyebut tentang stunting, namun dalam peraturan dewan pers Tentang pemberitaan ramah anak dan perempuan,” Pungkas Apri sapaan akrabnya. (Sandi)

Facebook Comments