Pelatihan UMKM, Enceng Gondok Disulap Menjadi Barang Berharga

429

JEJARING09.COM Lampung Utara Enceng Gondok adalah salah jenis tumbuhan air yang mengapung. Enceng Gondok sendiri dapat disulap menjadi sebuah kerajinan tangan yang dapat menambah penghasilan tersendiri.

Tentunya dengan memalui proses yang panjang Enceng Gondok dapat disulap menjadi kerajinan berupa, Tas, topi, penutup toples, sandal dan batang lainnya.

Berawal dari itu, Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro Menengah dan Perindustrian Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menggelar pelatihan bagi pengrajin untuk memanfaatkan Enceng Gondok. Rabu (8/6/2022).

Kepala Dinas UMKM dan Perindustrian Lampung Utara, Dina Prawitarini menjelaskan bahwa untuk bahan dasar Enceng Gondok tersebut kebanyak didapat dari bendungan Way Rarem kecamatan Abung Pekurun.

” Kita lihat di bendungan-bendungan itu banyak Gulma yang menempel, kita berfikir bagaimana caranya agar gulma itu bisa dimanfaatkan,” kata Dina usai menghadiri pelatihan di Jalan Rambutan Kelapa Tujuh Kotabumi. Rabu (8/6/2022).

Lebih lanjut, Dina mengatakan dalam hal ini pihaknya bekerjasama dengan salah satu pengrajin dari luar daerah yakni Nengok Craft Semarang untuk memberikan pelatihan kepada para Pengrajin yang ada di Lampung Utara.

” Kita menghadirkan pengrajin dari Kota Semarang untuk mengolah bagaimana caranya mengubah Enceng Gondok menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual. Seperti ini,” jelasnya.

Dijelaskan Dina, proses pembuatan Enceng Gondok atau Gulma ini tentunya memalui proses yang panjang Dimana gulma-gulma tersebut dikeringkan selama dua Minggu lamanya. Setelah kering, Lanjut Dina, Gulma tersebut dipipihkan menggunakan mesin gilingan yang biasa digunakan untuk membuat kue Cucuk Gigi ataupun Mie.

Dari hasil pemilihan itu Gulma kemudian dibentuk oleh para pengrajin sehingga menghasilkan barang yang memiliki nilai jual seperti Sendal, casing HP, Tas, tempat tisu, cover buku, keranjang, wadah toples plastik dan kerajinan tangan menarik lainnya.

BACA JUGA:  Klarifikasi Kabar Warga Tidak Pernah Menerima Bantuan, Pemdes Suka Mulya Gelar Konferensi Pers

Hasil kerajinan Gulma ini agar lebih menarik lagi dipadukan dengan kerajinan Tapis yang ditekuni pengrajin Tina. Sehingga hasilnya lebih menarik dan lebih mewah untuk dibawa kemana-mana.

“Alhamdulillah setelah diberikan bimbingan selama tiga hari ini, 35 Pengrajin kita sudah bisa membuat sendal, tas, gelang dan lainnya. Biasanya kalau di jual harganya itu mulai dari Rp 50 Ribu hingga 200 Ribu per buahnya,” ujarnya.

Dirinya berharap dengan adanya pelatihan ini para pengrajin di Lampura bisa memanfaatkan Gulma-gulma yang ada di bendungan. Sehingga tidak hanya Gulmanya saja yang bisa dimanfaatkan, tetapi bendungan yang sudah bersih bisa menjadi objek wisata dan bisa menghidupkan roda perekonomian Masyarakat Lampura salah satunya terbukalah lapangan pekerjaan baru untuk Masyarakat.

“Kita berharap kedepannya hasil kerajinan dari para Pengrajin Gulma ini bisa bekerjasama dengan Hotel-Hotel yang ada di Lampura. Mulai dari penyediaan sendal tamu, keranjang handuk, hingga gelang sebagai cinderamata  yang diberikan dari Hotel untuk para pengunjung,” tukasnya. (Diq)

Facebook Comments