Bandar Lampung-Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Forum Komunikasi Ibu-Ibu Sumatra Bagian Selatan (FKI SBS) Provinsi Lampung untuk memperkuat pemberdayaan perempuan, meningkatkan ekonomi keluarga, serta berperan aktif dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Lampung pada pelantikan Ketua dan Pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) FKI SBS Provinsi Lampung masa bakti 2026–2029 di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Rabu (14/10/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung Hanita Farial, menyampaikan ucapan selamat kepada ketua dan seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap amanah organisasi dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat kepada Ketua dan seluruh Pengurus DPW FKI SBS Provinsi Lampung masa bakti 2026–2029 yang baru saja dilantik. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Hanita menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga dan membentuk karakter generasi penerus. Keluarga yang sehat dan kuat menjadi salah satu fondasi untuk melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada kehidupan keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat dan pembangunan daerah. Karena itu, perempuan perlu mendapat ruang untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta terlibat aktif dalam kehidupan sosial.
“Ketika ibu berdaya, keluarga semakin kuat dan masyarakat semakin maju,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Lampung harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, dengan perempuan sebagai salah satu penggerak penting dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Hanita juga berharap FKI SBS menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi bagi para ibu di wilayah Sumatra Bagian Selatan untuk saling belajar, bertukar gagasan, dan mempererat persaudaraan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Untuk mendukung tujuan tersebut, ia mendorong FKI SBS Provinsi Lampung berfokus pada tiga hal utama, yakni pemberdayaan ekonomi keluarga melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan keluarga, serta penguatan karakter dan literasi digital agar keluarga semakin berdaya dan terlindungi.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperluas manfaat program hingga ke tingkat keluarga.
Selain pemberdayaan perempuan, Hanita mengajak FKI SBS turut menjaga dan melestarikan budaya Lampung serta Sumatra Bagian Selatan, termasuk nilai-nilai Piil Pesenggiri sebagai warisan budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.
Sementara itu, Ketua DPW FKI SBS Provinsi Lampung masa bakti 2026–2029, Reihana, menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan menjalankan program kerja melalui enam bidang utama.
Keenam bidang tersebut meliputi organisasi, sosial dan rohani, seni dan budaya, hubungan masyarakat, ekonomi, serta pendidikan dan pelatihan.
Pada bidang organisasi, kepengurusan baru akan menata administrasi, mendata kembali anggota di seluruh Provinsi Lampung, dan mengaktifkan ranting organisasi di kabupaten dan kota yang belum aktif.
Di bidang sosial dan rohani, FKI SBS akan menggiatkan pengajian rutin, santunan anak yatim, Jumat Berkah, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Sementara itu, bidang seni dan budaya akan diarahkan untuk melestarikan seni, adat, dan wastra Lampung serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan budaya daerah.
Dalam bidang hubungan masyarakat, FKI SBS berencana memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan lembaga terkait. Adapun bidang ekonomi akan berfokus pada pengembangan UMKM, koperasi, pelatihan keterampilan, serta pembukaan akses pemasaran bagi produk UMKM binaan organisasi.
Pada bidang pendidikan dan pelatihan, FKI SBS merencanakan kegiatan peningkatan kapasitas perempuan, seminar kesehatan keluarga, pendidikan anak, dan pengembangan kepemimpinan perempuan.
Reihana menegaskan bahwa pelaksanaan seluruh program membutuhkan keterlibatan dan kerja sama seluruh pengurus. Ia mengajak anggota untuk menyatukan langkah demi kemajuan organisasi dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Melalui pelantikan kepengurusan baru ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap FKI SBS dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga, mengembangkan potensi perempuan, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan menjaga kelestarian budaya daerah.
Hanita menutup sambutan Gubernur dengan harapan agar pengurus FKI SBS dapat menjalankan amanah secara profesional dan penuh keikhlasan, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan keluarga yang kuat dan masyarakat Lampung yang sejahtera.
“Selamat bertugas kepada Ketua dan Pengurus DPW FKI SBS Provinsi Lampung masa bakti 2026–2029. Jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” tutupnya. (Pemerintah Provinsi Lampung)




