LAMPUNG UTARA, jejaring09.com – Kabupaten Lampung Utara bersiap melakoni transformasi wilayah secara masif. Daerah ini resmi ditunjuk sebagai pusat ekspansi fasilitas dan pangkalan baru Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Kebijakan strategis berdasar instruksi langsung Panglima TNI dan Pangdam ini merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) TNI AD guna memperkokoh sistem pertahanan nasional, sekaligus menjadi stimulus bagi percepatan ekonomi kerakyatan di daerah.
Komandan Kodim (Dandim) 0412/Lampung Utara, Letkol Inf Roni Faturohman, memaparkan hasil survei penentuan lokasi (place-marking) pembangunan sejumlah pangkalan militer vital tersebut:
- Subdenpom: Diproyeksikan berdiri di lokasi strategis kawasan Blambangan Pagar.
- Markas Brigif 45 & Yonif TP: Berada di kawasan Pekurun, Way Rarem. Markas Brigif diestimasi menampung sekitar 160 personel dan ditempatkan berdampingan dengan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) demi efektivitas komando dan operasional.
- Mako Rindam XXI/Radin Inten: Menjadi megaproyek prioritas utama yang ditargetkan rampung pada 2027. Pusat pendidikan dan penggemblengan prajurit ini berdiri di atas lahan PT Nakau, Kelurahan Tanjung Senang.
Persiapan pembangunan Mako Rindam XXI/Radin Inten kini memasuki fase krusial. Jajaran Kodim 0412/Lampung Utara bergerak proaktif mengawal verifikasi lahan hingga aspek teknis di lapangan.
Letkol Inf Roni Faturohman menekankan pentingnya transparansi, kepatuhan hukum, serta ketepatan waktu dalam seluruh proses persiapan.
“Kami terus mematangkan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan seluruh aspek legalitas dan administrasi berjalan sesuai aturan pertahanan nasional, dengan tetap mengedepankan sinergi bersama pemerintah daerah dan warga sekitar,” ujar Letkol Inf Roni kepada Studio2News, Selasa (22/9/2026).
Kehadiran ribuan prajurit secara bertahap diprediksi menjadi penggerak utama (engine of growth) bagi perekonomian Lampung Utara. Masuknya satu batalyon standar (lebih dari 1.000 personel), unsur Mabrigif, serta ribuan siswa yang menempuh pendidikan militer setiap tahunnya bakal menghidupkan dinamika Kotabumi dan wilayah sekitarnya.
Tingginya aktivitas dan mobilitas prajurit beserta keluarga diyakini memberi dampak berantai (multiplier effect) bagi pergerakan bisnis lokal, pasar tradisional, hingga UMKM.
“Kehadiran Mako Rindam XXI/Radin Inten bukan sekadar penguatan pertahanan, melainkan wujud nyata sinergi TNI dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lampung Utara secara berkelanjutan. Ini akan sangat membantu perputaran roda ekonomi rakyat,” tegas Dandim.
Selaras dengan penyiapan fasilitas militer tersebut, Dandim 0412/LU turut menginstruksikan jajaran perwira staf dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk selalu hadir mendampingi masyarakat. Kepedulian serta kepekaan teritorial menjadi prioritas utama guna menjaga stabilitas keamanan dan memelihara kemanunggalan TNI dengan rakyat di masa transisi ini. (Red)




