Cetak Generasi Unggul, Lampung Utara Gas Pol Program Wajib Belajar 1 Tahun Pra-SD

11

KOTABUMI, jejaring09.com – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui Dinas Pendidikan bersama Pokja Bunda PAUD mengambil langkah strategis demi mencetak generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter. Langkah masif tersebut diwujudkan lewat gelaran Sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra-Sekolah Dasar (Pra-SD) yang dipusatkan di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan ini dihelat guna memperkuat pemahaman sekaligus membangun komitmen kolektif lintas sektoral, demi mendongkrak angka partisipasi anak agar mendapatkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebelum resmi menapaki bangku Sekolah Dasar.

Acara penting ini dihadiri langsung oleh jajaran penggerak utama pembangunan karakter anak bangsa, di antaranya Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara, Meri Farida Hamartoni, didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD, Bety Viviyanti Romli, serta Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara, Sukatno.

Turut hadir pula Ketua Dharma Wanita Persatuan, Dina Prawitarini; Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Lampung Utara, Tien Rostina; para Bunda PAUD Kecamatan; Ketua Pokja Bunda PAUD Kecamatan; hingga seluruh Bunda PAUD Desa se-Kabupaten Lampung Utara. Kehadiran narasumber kompeten, seperti Hardian Ashari dari BPMP Provinsi Lampung dan Suslina Sari selaku Ketua PW APPAUDI Provinsi Lampung, semakin memperkaya bobot substansi materi yang disampaikan.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara, Sukatno, menegaskan bahwa jenjang PAUD memegang peranan krusial sebagai fondasi dasar pembentukan mental, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, dan aspek kognitif anak sebelum memasuki pendidikan formal.

“PAUD bukan sekadar tempat anak bermain sebelum masuk SD. PAUD adalah fondasi. Kita sedang memastikan setiap anak Lampung Utara memiliki titik awal yang lebih baik ketika memasuki pendidikan dasar,” tegas Sukatno.

Sukatno menambahkan, kesuksesan program Wajib Belajar 1 Tahun Pra-SD tidak akan bisa tercapai jika hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Diperlukan orkestrasi dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan keluarga, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga kepedulian masyarakat luas.

BACA JUGA:  ADHIE M MASSARDI KPK Sudah Berubah Jadi Komisi Politik Kekuasaan

Sebagai motor penggerak di lini terbawah, para Bunda PAUD Kecamatan dan Desa didorong untuk tidak sekadar duduk mendengarkan sosialisasi. Sukatno menginstruksikan agar mereka turun langsung ke lapangan, mendata anak-anak usia prasekolah yang belum tersentuh layanan PAUD, serta menjembatani komunikasi aktif dengan orang tua dan pemerintah desa setempat.

“Jangan berhenti pada sosialisasi hari ini. Datang ke masyarakat, kenali anak-anak di wilayah masing-masing, cari tahu siapa yang belum mendapatkan layanan PAUD, dan bangun komunikasi dengan orang tua serta pemerintah desa. Jika ada kendala akses, kita carikan solusinya bersama,” pesannya optimistis.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pokja Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara menyampaikan bahwa kegiatan ini bermuara pada pemerataan pemahaman, penguatan sinergi birokrasi, serta pemenuhan akses pendidikan yang merata, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini minim fasilitas PAUD.

Melalui momentum ini, program Wajib Belajar 1 Tahun Pra-SD di Lampung Utara ditegaskan bukan sekadar seremonial administratif belaka, melainkan sebuah gerakan moral bersama. Gerakan ini memastikan tidak ada satu pun anak di Lampung Utara yang tertinggal hak dasarnya dalam memperoleh pendidikan berkualitas sejak usia dini.

Dengan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, jejaring Bunda PAUD, keluarga, dan masyarakat, Kabupaten Lampung Utara kian optimis mampu melahirkan generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. (Red)

Facebook Comments