Budaya sebagai Modal Pembangunan, Gubernur Dorong Kebangkitan Desa-Desa Budaya Lampung

14

Bandar Lampung-Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa adat dan budaya harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah agar kemajuan yang dicapai tetap memiliki karakter dan identitas yang kuat

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat meninjau Desa Wisata Budaya Marga Teluk Bandar Lampung di Lamban Dalom Negeri Olok Gading, Kamis (25/06/2026).

“Adat dan budaya harus menjadi fondasi pembangunan daerah, adat dan budaya harus kita junjung tinggi, baik dengan masyarakat Lampung maupun mereka yang datang ke Lampung. Inilah fondasi ke depan. Kita maju, tetapi maju dengan karakter. Kita ingin makmur, tetapi kemakmuran itu tetap berlandaskan adat dan budaya,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, kemajuan yang dirasakan Lampung saat ini tidak terlepas dari nilai-nilai luhur budaya yang diwariskan para leluhur. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam falsafah hidup masyarakat Lampung, yakni Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, Sakai Sembayan, Nengah Nyappur, dan Juluk Adok.

Kelima falsafah tersebut, lanjutnya, telah menjadi pedoman masyarakat Lampung selama ratusan tahun dalam membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan terbuka terhadap keberagaman.

“Hari ini Lampung menjadi daerah yang kondusif, tidak ada konflik antar suku, konflik antar agama, maupun kecemburuan sosial. Itu karena budaya Lampung mengajarkan bagaimana tuan rumah menghormati tamu dan tamu menghormati tuan rumah. Inilah kekuatan utama masyarakat Lampung,” katanya.

Gubernur mengingatkan bahwa arus globalisasi dan perkembangan teknologi tidak boleh mengikis karakter generasi muda. Menurutnya, pembangunan fisik dan ekonomi tidak akan berarti apabila masyarakat kehilangan identitas budaya yang menjadi jati diri daerah.

“Kita mungkin akan memiliki gedung-gedung tinggi, wisatawan yang ramai, dan ekonomi yang maju. Tetapi kalau karakter kita hilang, kemajuan itu tidak ada gunanya. Karena itu adat dan budaya harus terus dikedepankan sebagai fondasi pembangunan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Milad Wanita Islam ke-60,Riana Sari Arinal Berharap Wanita Islam Terus Berkontribusi Positif 

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya, Pemerintah Provinsi Lampung tengah mengidentifikasi dan menyiapkan 16 desa budaya yang akan direvitalisasi dan dikembangkan sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

Gubernur menilai Desa Budaya Negeri Olok Gading memiliki nilai historis yang sangat penting. Kawasan tersebut pernah menjadi pusat aktivitas perdagangan dan kehidupan masyarakat Lampung pada abad ke-19 sebelum letusan Krakatau tahun 1883.

“Budaya, seni, kehidupan sosial, hingga aktivitas perdagangan pernah berkembang sangat baik di kawasan ini. Nilai-nilai itu yang ingin kita hidupkan kembali agar masyarakat Indonesia dapat melihat Lampung yang sesungguhnya,” ujarnya.

Selain sebagai upaya pelestarian budaya, pengembangan desa budaya juga diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ketika desa budaya ini hidup kembali, wisatawan akan semakin lama tinggal di Bandar Lampung dan Provinsi Lampung. Dampaknya akan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat dan membuka peluang kesejahteraan yang lebih besar,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Negeri Olok Gading sebagai kawasan wisata budaya. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan.

“Olok Gading akan kita jadikan tempat pariwisata. Untuk itu diperlukan kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung agar pengembangannya dapat berjalan maksimal,” ujar Eva.

Ia juga mengajak seluruh tokoh adat dan masyarakat untuk memberikan masukan serta berpartisipasi aktif dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah.

Sementara itu, Penyimbang Saibatin Kebandaran Marga Balak Telukbetung, Erdiansyah bergelar Gusti Pn Igama Ratu, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya Lampung.

BACA JUGA:  Pemprov Lampung Ikuti Webinar Dalam Rangka Tahapan Pemilu Tahun 2024

Menurutnya, masyarakat adat Negeri Olok Gading dan Kuripan selama ini terus berupaya mempertahankan warisan leluhur yang telah berusia ratusan tahun, termasuk menjaga rumah-rumah panggung tradisional yang masih terpelihara keasliannya.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kota Bandar Lampung terhadap pelestarian adat istiadat. Menjaga adat bukan perkara mudah dan tidak murah, sehingga dukungan pemerintah sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Budayawan Lampung Anshori Djausal yang menilai pendekatan budaya merupakan strategi efektif dalam membangun suatu wilayah.

Menurutnya, pelestarian kawasan budaya tidak hanya berfungsi sebagai upaya menjaga warisan sejarah, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata dan investasi.
“Pendekatan budaya merupakan langkah yang sangat strategis dan taktis. Ketika budaya, keramahan, kenyamanan, dan keindahan suatu kawasan terjaga, maka kawasan tersebut akan memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan maupun investor,” kata Anshori.

Ia menambahkan bahwa kawasan Olok Gading dan Kedamaian memiliki banyak rumah bersejarah yang telah berusia lebih dari satu abad dan layak ditetapkan sebagai cagar budaya.

Dengan pelestarian yang berkelanjutan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kawasan budaya Negeri Olok Gading diharapkan dapat menjadi etalase budaya Lampung sekaligus destinasi wisata unggulan yang memperkuat identitas daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga melakukan peninjauan ke sejumlah titik yang menjadi bagian dari pengembangan Desa Wisata Budaya Marga Teluk Bandar Lampung. Salah satunya adalah lokasi Makam Pahlawan Marga Teluk Betung yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Negeri Olok Gading.

Selain itu, Gubernur meninjau rumah-rumah adat yang masih terjaga keasliannya dan menjadi pusat aktivitas masyarakat dalam melestarikan budaya Lampung. Di lokasi tersebut, Gubernur melihat langsung berbagai kegiatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya yang dilakukan masyarakat, mulai dari penjualan produk UMKM makanan khas Lampung, latihan seni budaya tradisional oleh generasi muda, hingga aktivitas menyulam kain tapis yang menjadi salah satu warisan budaya unggulan Lampung.(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Facebook Comments