JAKARTA, jejaring09.com – Tepat di Hari Kebangkitan Nasional, Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri secara langsung Sidang Paripurna DPR RI Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026. Rabu (20/05/2026).
Dalam sidang yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan tersebut, Kepala Negara menyampaikan pidato penting terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.
Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta jajaran Wakil Ketua DPR RI.
Rapat paripurna kemudian resmi dibuka oleh Ketua DPR RI sebelum akhirnya mempersilakan Presiden untuk memaparkan pidato kenegaraannya di hadapan para anggota dewan dan tamu undangan.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa APBN bukan sekadar angka-angka statistik, melainkan alat perjuangan strategis untuk membangun bangsa.
Ia menekankan bahwa perancangan fiskal ini disusun demi mewujudkan cita-cita besar yang diamanatkan oleh UUD 1945. Penyampaian KEM-PPKF ini sekaligus menjadi bahan pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan struktur RAPBN 2027.
“Di tengah ketegangan geopolitik dan geoekonomi global yang penuh ketidakpastian, pemerintah harus tetap menjaga optimisme ekonomi nasional,” ujar Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional. Hal ini akan ditempuh melalui pengelolaan fiskal yang sehat, prudent (hati-hati), dan tepat sasaran.
Fokus utama kebijakan fiskal 2027 mendatang dipastikan tetap mendukung agenda prioritas nasional, mulai dari ketahanan pangan, sektor pendidikan dan kesehatan, hingga program-program penguatan ekonomi rakyat. (Red).




