MBG Siomay Basi. Kepala SPPG Hafizd Berkah Jaya Minta Maaf

355

Lampung Utara jejaring09.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 4 Tanjung Aman Kotabumi menjadi sorotan setelah beredarnya informasi mengenai menu siomay yang diduga basi dan tidak layak konsumsi.

Diketahui pelaksana program MBG ini adalah SPPG Hafizd Berkah Jaya yang berlokasi di Jalan Pahlawan Kotabumi kabupaten Lampung Utara.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Perangkat Gubernur (SPPG) Dapur Hafizd Berkah Jaya, Rizky Ilmawan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para siswa selaku penerima manfaat. Pihaknya berjanji akan bertanggung jawab penuh atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Kami memohon maaf kepada seluruh penerima manfaat. Selaku SPPG, kami bersama mitra telah merencanakan untuk mengganti menu tersebut pada jadwal rapelan di hari Jumat, Sabtu, dan Senin mendatang sebagai kompensasi bagi para siswa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).

Mengenai kondisi makanan, Rizky berdalih, bahwa pihaknya tidak menyediakan makanan basi. Menurutnya hal itu terjadi penurunan kualitas siomay tersebut dipicu oleh faktor teknis di ruang pengemasan.

“Kami tidak menyediakan makanan basi. Namun, adanya perubahan suhu ruangan dan suhu makanan yang ekstrem membuat menu siomay kami terlihat tidak baik saat sampai ke tangan siswa di SDN 4 Tanjung Aman Kotabumi” dalih Rizky.

Fakta di lapangan mengungkapkan bahwa siomay yang didistribusikan tersebut bukanlah hasil olahan langsung dari dapur internal MBG, melainkan pesanan dari pihak pemasok (supplier).

Terkait hal ini, Rizky menjelaskan bahwa saat barang diterima dari pemasok, kondisi siomay masih dalam keadaan baik. Namun, karena mengejar target waktu distribusi, mengingat para siswa sedang mengikuti ujian dan pulang lebih awal pihaknya segera melakukan pengemasan sejak pukul 04.00 WIB.

“Barang sampai dari supplier kami cek masih baik. Karena mengejar waktu distribusi siswa ulangan, maka langsung kami kemas ke dalam mika pagi buta. Diduga proses pengemasan saat suhu makanan belum stabil inilah yang memicu kerusakan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Kunker Di Desa Bojong Barat dan Kotabumi Tengah Barat, Wakil Bupati Ingatkan Masyarakat Jaga Kondusifitas 

Persoalan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara program MBG di Lampung Utara, terutama dalam pengawasan kualitas bahan dari pihak ketiga serta prosedur pengemasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Diq).

Facebook Comments