LAMPUNG UTARA jejaring09.com – Dunia pendidikan di Lampung Utara dihebohkan dengan langkah berani yang diambil oleh SDS Soekarno Hatta Kotabumi. Pihak sekolah secara resmi melayangkan surat pemberitahuan kepada seluruh wali murid yang menyatakan penghentian sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut.
Keputusan ini dipicu oleh kualitas makanan yang dianggap tidak sesuai standar gizi yang ditetapkan. Diketahui, pasokan MBG untuk sekolah ini berasal dari unit penyedia Dapur Tanjung Harapan 1 (Cafe D’Achai).
Kekecewaan pihak sekolah sering terjadi tepatnya pada hari pertama masuk sekolah di Bulan Ramadhan 2026. Berdasarkan laporan yang diterima, menu MBG yang didistribusikan dinilai tidak menarik dan tidak sesuai nutrisi untuk anak usia sekolah.
” MBG yang kami terima tidak menarik sehingga wali murid komplain (Keluhan). Kami lebih baik menghentikan sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” tegas Kepala SDS Soekarno Hatta Kotabumi, Umar Syarif Hidayatullah. Rabu (25/2/2026).
Umar menjelaskan bahwa setiap hari KBM, Dapur Tanjung Harapan 1 mengirimkan sebanyak 512 paket makanan (omprengan). Ironisnya, saat pihak sekolah mencoba menjalin komunikasi dengan pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), jawaban yang diterima justru jauh dari solusi.
“Kami berharap ada tanggapan positif. Bukannya meminta maaf, pihak SPPG justru seolah-olah meminta kami untuk keluar. Mereka bilang, ‘Kalau tidak suka, silakan keluar’,” ujar Umar seraya menirukan ucapan petugas SPPG.
Sementara itu, Kepala Satuan SPPG Dapur Tanjung Harapan 1, Dwi Safitri saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengaku langkah yang diambil oleh pihak SDS Soekarno Hatta merupakan pemberhentian secara sepihak tanpa kordinasi.
” Bahkan pihak SPPG hari ini sudah mendistribusikan paket MBG, namun pihak sekolah menolak tanpa adanya pemberitahuan. Sehingga kami dapat dikatakan bahwa hal tersebut dilakukan secara sepihak,” tutup Dwi.
Pertanyaan besar kini muncul apakah langkah SDS Soekarno Hatta akan diikuti oleh sekolah lain untuk melakukan hal yang sama.
Program MBG sejatinya merupakan program strategis nasional untuk meningkatkan kualitas SDM. Namun, adanya penolakan di tingkat akar rumput ini menjadi sinyal kuat perlunya evaluasi mendalam terhadap vendor lokal di Lampung Utara.
Kasus ini juga membawa kembali ingatan publik pada insiden memprihatinkan sebelumnya, di mana siswa SDS Soekarno Hatta sempat mengalami gejala keracunan yang diduga kuat terjadi usai menyantap menu dari dapur yang sama. (Diq).




