Dari Kucel Menjadi Keren : Sentuhan Tangan Ajaib Seorang Pengrajin Topi ” BABE ” 

619
Oplus_131072

Bagi sebagian orang, topi hanya aksesori, Sebuah pelengkap gaya, pelindung kepala, atau sekadar penutup ketika rambut sedang tidak bersahabat. Namun bagi ” Tuban Naomi” nama akun seorang pengrajin di TikTok, topi memiliki filosofi yang jauh lebih mendalam.

“Topi itu bukan sekedar asesoris, Topi juga butuh perawatan yang spesial supaya kelihatan lebih menarik” ujarnya saat Saya sedang menonton live di akun Tiktok miliknya.

Sebelum memalui proses reshape topi yang ia dapatkan tak jarang keihatan kusut, kadang kehilangan bentuk, tapi selalu bisa diperbaiki dan memiliki nilai jual yang lumayan bikin dapur ngebul.

Ia bukan sekadar membersihkan dan membentuk ulang topi-topi bekas yang ia dapatkan. Ia juga memberikan nyawa baru bagi setiap topi yang datang ke tangannya. Setiap topi memiliki cerita, ada yang turun warna karena matahari, kotor atau kusam karena sering dipakai pemilik sebelumnya.

Ia juga tidak pelit untuk berbagi ilmu dalam memproses topi-topi itu, ia siarkan secara live di akun TikTok miliknya. Filosofi itu ternyata menyentuh banyak orang. Kolom komentar dipenuhi penonton yang merasa topi-topi itu seperti cermin kehidupan.

Topi-topi itu menggambarkan bahwa mereka pernah jatuh, pernah kusut, tapi ingin kembali membentuk diri. Dari situ, permintaan mulai berdatangan sehingga dapat mengumpulkan cuan.

Penjualan lewat TikTok pun menjadi jembatan baru. Setiap topi yang ia jual selalu disertai cerita kecil, bagaimana ia ditemukan, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana ia mendapatkan bentuk barunya serta bagaimana cara perawatannya sehingga pembeli merasa seperti mendapatkan karya seni, bukan sekadar topi.

Sebagian hasil penjual topi yang ia dapatkan setiap minggunya disumbangkan untuk pembangunan sejumlah rumah ibadah dan panti asuhan dilingkungan tempat tinggalnya.

BACA JUGA:  PT. TWBP Belum Memenuhi Standar Operasional. Pemkab Lampura Segera Lakukan Evaluasi

Selain itu bagi sebagian orang, topi yang kusam, penyok, dan kehilangan bentuk mungkin dianggap tak lagi berharga. Berbeda dengan Babe sapaan akrabnya, menurutnya setiap topi memiliki kesempatan kedua.

Ditangan terampil Babe, Setiap topi melewati proses panjang mulai dari pencucian, perawatan bahan, hingga reshaping yang presisi. Prosesnya tak sekadar mencuci. Ia menggunakan teknik khusus agar bahan tidak rusak, memeriksa setiap jahitan, lalu membentuk ulang struktur topi dengan alat sederhana dengan uap panas dan cetakan ember bekas.

Bagi sang pengrajin, ini bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah seni mempertahankan nilai sebuah benda, memberi napas baru, dan membuktikan bahwa kreativitas bisa menambah umur pakai sebuah produk.

Dan menurut saya, topi-topi yang dulunya tak dilirik kini kembali layak dipamerkan. Ia mengajarkan satu hal bahwa kecermatan, kesabaran, dan sedikit keajaiban bisa mengubah sesuatu yang terlihat tak berharga menjadi penuh pesona kembali.

Di era yang serba cepat dan instan ini, ” Tuban Naomi” mengajarkan bahwa keindahan bisa muncul dari proses yang pelan, sabar, dan penuh makna. Melalui topi-topinya, ia tidak hanya menjual produk namum ia menyajikan dan memberikan filosofi tentang hidup, ketekunan, dan kesempatan untuk kembali menjadi lebih baik.

Penulis : Sodikin

Facebook Comments