Lampung Utara-Jejaring09.com-Program Studi Magister Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Rabu-Jumat, 3-5 September 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Rektorat lantai 3 Universitas Muhammadiyah Kotabumi dengan menghadirkan tiga asesor BAN-PT, yaitu Prof. Dr. Yuliandri, S.H., M.H., Dr. Surya Anoraga, S.H., M.Hum., dan Ekwan Tunggal Wibowo.
Kegiatan asesmen ini dibuka secara resmi oleh Rektor UMKO, Dr. Irawan Suprapto, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kehadiran tim asesor BAN-PT. Rektor juga menekankan bahwa proses asesmen lapangan ini merupakan langkah penting dalam menjaga mutu dan kualitas pendidikan tinggi, khususnya pada Program Studi Magister Hukum UMKO.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor I Dr. Purna Bayu Nugroho, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Slamet Haryadi, S.H., M.Hum., dan Wakil Rektor III Dr. Suwardi, S.H., M.H., CM., CPCLE. Hadir pula Dekan FHIS UMKO Dr. Didiek R. Mawardi, M.H., Ketua Program Studi Magister Hukum Sugeng Dwiono, S.H., M.H., BPH UMKO, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan FHIS UMKO.
Dalam rangkaian asesmen, tim asesor melakukan telaah dokumen, verifikasi data, serta wawancara dengan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra kerja sama. Proses ini bertujuan memastikan kesesuaian antara laporan borang dengan kondisi nyata di lapangan, sekaligus menilai capaian kinerja program studi baik dalam aspek akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun tata kelola kelembagaan.
Program Studi Magister Hukum UMKO merupakan salah satu program pascasarjana yang terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam bidang pendidikan hukum. Dengan dukungan tenaga pendidik profesional, kerja sama strategis, serta komitmen peningkatan mutu berkelanjutan, asesmen lapangan BAN-PT ini diharapkan dapat menghasilkan penilaian yang maksimal sehingga semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan.(Red)




