Lampung Utara jejaring09.com – Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) khusunya untuk remaja Putri kembali menjadi sorotan.
Jika sebelumnya Paskibra HUT ke – 79 RI tingkat nasional diwajibkan untuk melepas jilbab.
Di kabupaten Lampung Utara, anggaran Make Up khusus remaja putri tidak dianggarkan oleh Pemerintah setempat.
Salah satu orang tua siswa paskibra mengungkapkan kekecewaanya saat mengikuti kunjungan rapat diklat di Hotel Cahaya Kotabumi.
Tak hanya itu, Beban ini sudah dirasakan saat anaknya akan masuk diklat Paskibraka. Dimana orang tua sibuk mencari peralatan dengan menelan dana sebesar Rp 2 juta.
“Saya sampai jual kambing untuk belia alat-alat anak, bukan sedikit biaya masuk diklat. Sekarang harus menanggung biaya make up sendiri, emang gak ada anggaran apa dikantor Kesbang itu,” ujar salah satu orang tua siswa.
Begitupun dengan wali yang lain, mereka mengeluh dengan kinerja panitia. Hanya sebatas make up saja tidak ada anggaran, padahal menurut mereka dari dulu siswa paskibraka hanya membawa badan saat masuk diklat.
” Sejak dipegang Kesbangpol jadi aneh. Dana kecil seperti make up tidak ada anggaran, beda saat dipegang Dinas Pemuda Olah Raga, semua ditanggung,” ujar orang tua siswa lainnya.
Sementara kepala Kesbangpol, Mat Soleh membenarkan tidak adanya anggaran make up bagi anak Paskibraka dan ditanggung orang tua masing-masing.
“Tidak ada anggarannya, jadi biaya orang tuanya masing-masing,” jawab Mat Soleh saat dikonfir melalui Hand Phone, Jum’at 16 Agustus 2024.
Terpisah, mantan Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Lampung Utara, Efrizal Arsyad ketika ditanya soal ini, Minak Ef (Sapaan akrabnya) tersenyum dan menggelangkan kepalanya.
“Aneh kan..? Masa gak ada anggarannya. Jaman saya waku kadis, anak-anak.itu hanya bawa badan saja masuk diklat. Semua sudah ditanggung panitia, kok ini nyusahin orang tua sampe jual kambing. Kalau begini, mana ada yang akan ikut paski kedepannya,” terang Minak Ef. (Diq).
Facebook Comments




