Mesuji, Jejaring09 – Keberadaan irigasi gantung di yang melintasi Ribuan hektare lahan persawahan warga di kecamatan Rawa Jitu Utara,Kabupaten Mesuji dan beberapa desa dikabupaten yang berbatas langsung dengan Kabupaten Mesuji (Kabupaten Tulang Bawang-red) yang hingga kini tak juga kunjung selesai, mulai di keluhkan warga.
Seperti yang di ungkapkan Nur Kholis ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Bandar Amon,Kecamatan Rawajitu Utara, menurutnya hingga saat ini sejak dilakukan pembangunan irigasi gantung Tiga Tahun lalu, belum juga dapat di manfaatkan.
Bahkan menurutnya, hingga saat ini progres pembangunan jaringan irigasi gantung tersebut terkesan jalan di tempat bahkan sudah terjadi kerusakan karena tidak terawat.
“Bukan saja jaringan yang sudah rusak, mesin pompa di lima titik di desa Bandar Anom ini saja tidak ada, padahal petani sudah mengorbankan lahan nya secara sukarela untuk di lewati pembagunan jaringan,”terang Nur Kholis, kepada wartawan melalui sambungan ponselnya, kamis(14/12/23).
Untuk itu lanjut Kholis pihaknya mendesak semua pihak untuk melakukan itervensi terhadap proses pembangunan tersebut.
“Ini harus ada langkah kongkrit dari berbagai pihak, agar pembagunan jaringan irigasi gantung ini dapat terlihat kemajuanya jika di lanjutkan, jika tidak, petani akan membongkar jaringan yang melintasi persawahan, karena sudah menjadi sarang tikus, yang mengancam panen,”tandasnya. (Sandi)




