Terkesan Dibiarkan, Saat Sidak Anggota DPRD Lampura Temukan Limbah Medis Masih Berceceran Di RSUD Ryacudu

408

Lampung Utara jejaring09.com – Manajemen RSUD) Mayjen. HM. Ryacudu Kotabumi terkesan melakukan pembiaran terhadap limbah medis yang tidak sengaja ditemukan sejumlah wartawan saat sedang melakukan tugas jurnalistik di depan Kamar Jenazah rumah sakit milik pemerintah setempat.

Bahkan sejumlah pemberitaan mengenai limbah medis padat berupa sarung tangan tercecer telah beredar di media sosial, Namun hal itu tidak membuat rumah sakit “Plat Merah” yang dinahkodai dr. Aida Fitriah Subandhi untuk mebersihkan atau memindahkan limbah medis ke tempat yang telah disediakan.

Parahnya lagi, Ketika sejumlah anggota DPRD Lampung Utara melakukan inspeksi mendadak(Sidak) ke rumah sakit Ryacudu bahkan didampingi langsung oleh direktur dan kepala TU RSUD Mayjen HM. Ryacudu, Limbah medis padat berupa sarung tangan yang dimaksud masih ditemukan ditempat dan posisi yang sama.

Melihat fenomena ini, Ketua Komisi III DPRD Lampung Utara, Joni Bedyal geram. Ditambah lagi rombongan komisi III DPRD setempat melihat tumpukan limbah medis berupa sarung tangan didalam kotak sampah yang diduga bekas digunakan saat petugas kamar jenazah menangani mayat pria yang tewas ditembak polisi kemarin.

“ Limbah medis ini seharusnya dikelola dengan benar agar tidak menyebabkan bahaya terhadap lingkungan, kesehatan dan kelangsungan hidup manusia. Bukannya dibiarkan seperti ini,” ujar Ketua Komisi III, Joni Bedya dengan nada tinggi.

Kemudian, Ketika rombongan hendak menuju tempat pengelolaan limbah medis, Lagi – lagi anggota DPRD Lampura ini menemukan secerca kain yang masih belumuran darah yang jaraknya tidak berjauhan dengan tempat sarung tangan ditemukan.

Tidak hanya itu, saat berada dilokasi pengelolaan limbah medis, Fenomena buruk kembali diperlihatkan, dimana banyak tumpukan-tumpukan kelengkapan medis seperti Ranjang, Box Bayi dan peralatan medis lainnya yang sudak tidak lagi dipakai.

“ Inikan sampah kok terkesan dibiarkan begitu saja, bahayanya jika limbah medis ini tidak di kelola dengan baik, takutnya ini akan menyebarkan virus dan membahayakan jika itu bisa mencemari lingkungan di sekitar rumah sakit,” kata Joni.

Dikatakan Joni bahwa sidak yang dilakukan Komisi III ke rumah sakit Ryacudu ini berdasarkan pemberitaan limbah medis yang tercecer di sejumlah media online.

“ Dan setelah kami kesini ternyata apa yang beritakan oleh media ternyata benar banya limbah medis yang berserakan dilingkungan rumah sakit ryacudu ini. Dan dampaknya sangat merugikan masyarakat,” ujarnya.

Melihat fenomena ini Joni Bedyal menegaskan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil pihak – pihak terkait. Bahkan DPRD Lampura akan memangil pihak ketiga yang mengelola limbah medis serta memanggil perusahaan outsourching cleaning servis di RS Ryacudu Kotabumi.

“ Sesuai dengan apa yang disampaikan direktur tadi bahwa dirumah sakit ini menggunakan pihak ke tiga dalam, baik itu pengeolaan limbah dan tenaga kerja cleaning servis. Merka (pihak ketiga) bisa kita pidanakan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Mayjen. HM. Ryacudu Kotabumi, dr Aida Fitriah Subandhi mengaku bahwa untuk pengelolaan kebersihan lingkungan dirumah sakit ada sejumlah petugas cleaning servis yang mengumpulkan sampah baik sampah medis maupun non medis dari setiap ruangan.

“ Limbah tadi akan dikumpuklan ditempat penyimpanan sementara dibagian belakang.” kata Aida.

Lebih lanjut. Aida menjelaskan, Pengelolaan limbah medis padat pihaknya melibatkan pihak ketiga yakni dua rekanan. Dimana satu rekanan hanya khusus untuk transporter sedangkan rekanan yang satunya lagi selain untuk transporter juga untuk pemusnah.

Terkait dengan adanya limbah medis yang berserakan, Aida mengku bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pihak ketiga yang mempekerjakan petugas cleaning servis di rumah sakit umum ryacudu.

“ Tentu saja kita akan evaluasi, Karena itu memang tugas cleaning servis yang mengumpulkan limbah-limbah tersebut. Saya juga agak kaget padahal kemarin sudah dikasih tau kok sampai hari ini belum diangkut,” ucapnya.

Lebih lanjut Aida menjelaskan untuk pihak ketiga cleaning servis pihaknya menggunakan rekanan dari Bandar Lampung. Sedangkan untuk petugas cleaning servisnya masyarakat Lampung Utara.

“ Nanti akan kita sampaikan kembali kepada pihak ketiga,” tukasnya. (Diq).

Facebook Comments