Polemik BTS telkomsel Nasirwan Ali Angkat Bicara.

315

Kota Metro-JEJARING09.COM-Nasirwan Ali Lurah Imopuro, angkat bicara mengenai polemik tower base transceiver station (BTS) telkomsel yang berada di Kelurahan Imopuro antara warga dengan perusahaan telkomsel.

Menurutnya, Tower telkomsel yang berada di Kelurahan Imopuro sudah 20 tahun berdiri. Dan terkait polemik penyegelan yang dilakukan oleh warga dengan pihak Telkomsel.

“Mereka tidak mempunyai kekuatan hukum. Dan apa yang dilakukan warga itu hanya sebatas aspirasi atau demo saja. Untuk pihak yang berwenang menyegel yaitu aparat Pemerintah Kota Metro seperti Satpol-Pp,” ucap Nasirwan Ali usai menghadiri kegiatan bakti sosial Baznas, Selasa, (14/09/21).

Nasirwan menjelaskan, Salah satu penyebab polemik antara warga dengan telkomsel.

“Dulu pernah ada kejadian samber petir yang menghebohkan warga sekitar Imopuro. Salah satu warga sekitar menjadi korban, sampai sekarang bahkan bukan hanya trauma saja. Tapi dia sempet mengalami terpental waktu itu,” katanya.

Lanjut Nasirwan, “Untuk kontribusi Telkomsel kepada warga sekitar. Tahun kemarin lebaran haji memberikan bantuan dua kambing. Akan tetapi, masyarakat sana menolak dikarenakan daerah sekitar beda agama,” ungkapnya.

Selain itu, “Pihak Telkomsel selama berdiri 20 tahun di wilayah Imopuro belum pernah memberikan kontribusi ke warga sekitar. Sehingga adanya permasalahan Polemik Penyegelan ini antara warga dengan telkomsel baru ada kontribusi nya,” jelasnya.

Ia berharap, Pihak Telkomsel agar tidak
terkesan menggampangkan aspirasi warga sekitar terkait polemik ini. Semoga permasalahan ini segera cepat selesai.

Sementara itu, Elis Wahyu mengaku warga sekitar Imopuro berkomentar melalui Facebook mengatakan bahwa,

“Sebelum ganguan juga sudah disegel sudah lama .Pihak Telkomsel yang bermasalah, lagian izin menara Telkomsel itu juga sudah selesai jadi wajarlah warga menyegelnya,” celotehnya.

Ia menjelaskan, Pihak Telkomsel selama 20 tahun juga tak berkontribusi sama sekali dengan warga sekitar.

“Rumah saya pas dibawah tower itu.
Setiap hujan petir hanya bisa tiarap. Bahkan anak ku juga pernah jadi korbannya. Dan masih banyak yang lainnya juga trauma yg kami rasakan tidak kalian rasakan,” keluhnya.

Facebook Comments